Jembatan P.6 Lalan Dikebut! Wabup Abdur Rohman Husen Minta Proyek Dipercepat Usai Berulang Kali Ditabrak Tongkang

Writer: - Jumat, 17 April 2026
Rapat koordinasi lintas instansi bahas percepatan revitalisasi Jembatan P.6 yang vital bagi masyarakat. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Sekayu, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempercepat penyelesaian revitalisasi Jembatan P.6 di Kecamatan Lalan menyusul berbagai kendala di lapangan yang berdampak pada kelangsungan proyek strategis tersebut.

Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, memimpin langsung rapat evaluasi dan penyampaian progres pembangunan yang digelar di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (16/4/2026).

Read More

Rapat tersebut melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, perangkat daerah, pelaksana proyek, hingga perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Wabup Muba mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam percepatan pembangunan jembatan yang dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.

Ia mengingatkan, ambruknya Jembatan P.6 akibat ditabrak tongkang pengangkut batu bara pada 12 Agustus 2024 telah menjadi perhatian luas hingga tingkat nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada mobilitas dan perekonomian warga.

“Jembatan ini sangat vital. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu kami berharap proses pembangunannya bisa benar-benar dipercepat,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak kontraktor bekerja optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Selain itu, ia menekankan perlunya keputusan final terkait metode pekerjaan, terutama setelah insiden tabrakan kembali terjadi di lokasi proyek.

“Perlu ada keputusan final terkait opsi pekerjaan yang aman. Kita tidak ingin kejadian serupa terus berulang,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel, Apriyadi, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mengawal pembangunan jembatan tersebut.

Ia menyoroti tingginya risiko di area proyek, khususnya pada bentang sungai yang kerap dilintasi kapal tongkang.

“Pada bentang sungai sekitar 80 meter di lokasi ini saja sudah tiga kali terjadi tabrakan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Apriyadi.

Dari sisi pelaksanaan, pihak kontraktor KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa Bagus melaporkan progres proyek hingga minggu ke-36 (6–12 April 2026) mencapai 57,45 persen dari target 57,57 persen, dengan deviasi minus 0,13 persen.

Rincian pekerjaan meliputi engineering sebesar 10,44 persen, procurement 37,65 persen, dan construction 9,36 persen. Sejumlah pekerjaan yang tengah berjalan antara lain fabrikasi baja, pembesian pilecap, perkuatan platform, pemasangan tulangan, serta administrasi akibat gangguan lapangan.

Kontraktor juga melaporkan insiden terbaru pada 5 April 2026, saat Tugboat Paris 22 menabrak pipa shoring di titik P1. Akibat kejadian tersebut, satu pipa roboh dan lainnya mengalami kemiringan dengan pergeseran sekitar 2,53 meter.

Selain faktor teknis, kondisi pasang air sungai juga menjadi kendala utama yang memengaruhi progres pembangunan.

Rapat turut membahas tahapan lanjutan hingga target penyelesaian proyek, dengan harapan adanya keputusan strategis agar pembangunan Jembatan P.6 dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai jadwal.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts