Jembatan Nibung-Rupit Rusak Parah

Senin, 25 April 2016
Ilustrasi

Muratara, Sumselupdate.com – Jembatan yang terletak di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara rusak parah. Rusaknya jembatan tersebut menyebabkan akses jalan dari Kecamatan Rupit menuju ke Kecamatan Nibung menjadi terganggu. Parahnya lagi kerusakan jembatan itu sudah menyebabkan, mobil yang melalui jembatan tersebut ‎nyungsep ke sungai.

Agar jembatan tersebut bisa dilalui, masyarakat memasang papan sebagai ganti besi yang sudah banyak yang patah.

Menurut informasi di lapangan bedasarkan keterangan warga setempat kendaraan roda empat dan motor terjun bebas kesungai. Diakibatkan papan alas jembatan itu licin ketika hujan.

Licinnya jembatan saat musim penghujan mewajibkan pengendara roda empat maupun dua harus ekstra hati-hati. Kondisi ini membuat masyarakat menjadi was-was.

Seorang warga setempat, Darwin (35)‎,mengungkapkan jembatan yang dimaksud sudah lama rusak parah, akan tetapi belum ada upaya dari pihak pemerintah untuk melakukan perbaikan. Padahal jembatan itu adalah akses jalan pintas dari Kecamatan Rupit menuju ke Kecamatan Nibung sehingga sangat mempermudahkan masyarakat untuk berkunjung kedua Kecamatan.

Dijelaskannya dengan kondisi seperti ini tentunya akan mempersulit masyarakat membawa hasil pertanian seperti sawit dan karet serta hasil pertanian lainnya.

Ia menceritakan dulu pernah mobil dan motor terjun bebas kedalam sungai, akibat lantai jembatan yang lincin dan juga besi jembatan banyak yang sudah patah serta rusak.

Untuk itu dia mengharapkan kepada pemerintah dapat memperbaiki jembatan itu, sebab jika tidak yang ditakutkan akan menelan korban jiwa.

Terpisah Kepala Dinas PU Hendriansyah mengatakan sudah mengetahui kerusakan jembatan yang dimaksud, namun pihaknya sudah berupaya mengusulkan untuk perbaikan di tahun ini. Akan tetapi usulan tersebut belum berhasil dan akan menggunakan dana ABT di 2017 mendatang.

“Kita sudah tahu mengenai hal itu dan bahkan sudah menurunkan tim mengecek jembatan tersebut. Kita juga sudah mengusulkan, namun belum berhasil dan akan dianggarkan 2017 mendatang, “katanya.

Menurutnya jembatan itu memang harus diperbaiki dengan cepat, sebab itu adalah akses jalan masyarakat untuk membawa hasil pertanian seperti karet dan sawit serta hasil pertanian lainnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya juga sudah memperhitungkan anggaran untuk perbaikan jemabatan lebih kurang Rp 7 miliar. “Sudah kita hitung dan lebih kurang telan dana Rp 7 miliar,” bebernya (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts