Palembang, Sumselupdate.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan memprediksi potensi inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditas pada Maret 2026.
Prediksi tersebut sejalan dengan masih berlangsungnya Ramadhan sejak Februari serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistri Febrina, mengatakan kelompok transportasi menjadi salah satu komoditas yang perlu diantisipasi, khususnya angkutan udara dan tarif tol.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran berpotensi mendorong kenaikan harga di sektor tersebut.
“Pada Maret nanti, angkutan udara dan tarif tol kemungkinan perlu diwaspadai karena berpotensi memicu inflasi,” ujar Intan.
Meski demikian, ia menilai potensi inflasi tersebut masih dapat ditekan apabila pemerintah menerapkan kebijakan diskon atau potongan harga, sebagaimana yang kerap dilakukan pada momen hari besar keagamaan.
“Biasanya ada kebijakan diskon harga saat perayaan hari besar. Jika kebijakan tersebut diterapkan, inflasi tidak akan melonjak signifikan,” jelasnya.
Selain sektor transportasi, kelompok makanan atau volatile food juga menjadi perhatian utama. Komoditas pangan dinilai sangat rentan mengalami gejolak harga akibat berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, musim panen, hingga gangguan distribusi.
“Komoditas pangan paling sering berpengaruh terhadap inflasi karena mudah bergejolak,” kata Intan.
Untuk menekan potensi inflasi, pemerintah daerah di Sumatra Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan rutin menggelar operasi pasar murah selama Ramadhan 2026.
Selain itu, pemerintah juga melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional dengan melibatkan dinas terkait guna memantau stabilitas harga.
“Sidak dilakukan untuk menghindari lonjakan harga yang tidak wajar dan praktik permainan harga oleh pedagang,” ujarnya.
Dalam operasi pasar murah, pemerintah memprioritaskan pengendalian harga komoditas pangan yang berpotensi besar memicu inflasi, seperti ayam petelur, ayam potong, serta telur ayam ras.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap laju inflasi di Sumatra Selatan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
(**)











