Jamaah Calon Haji Ziarah ke Tempat Bersejarah

Senin, 22 Juli 2019
Jamaah calon haji (JCH) Indonesia melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah salah satunya Jabal Uhud.

Madinah, Sumselupdate.com – Selama berada di Madinah para jamaah calon haji (JCH) Indonesia dibimbing untuk melakukan berbagai ibadah. Selain melakukan arbain, mereka juga diarahkan untuk ziarah ke sejumlah tempat bersejarah.

Pada Minggu (21/7/2019) misalnya, JCH kloter 12 dan kloter 13 difasilitasi untuk berziarah ke Masjid Quba, masjid Kiblatain, dan Jabal Uhud.

Read More

Puluhan bus ukuran besar pun disiapkan untuk mengantar jamaah secara gratis.

Mereka dipandu oleh muasasah Madinah. Di setiap tempat bersejarah itu, muasasah menjelaskan kepada jamaah seputar sejarah dan nilai-nilai yang dapat dipetik hikmahnya.

Dalam kunjungan ke Masjid Quba, jamaah diberi penjelasan bahwa masjid ini merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah SAW ketika beliau hijrah dari Kota Makkah ke Madinah.

Manfaat yang terkandung dalam ziarah ke masjid ini, seperti disebutkan dalam sebuah hadist, yakni apabila seseorang datang dan shalat dua rakaat di masjid ini maka pahalanya sama dengan satu kali umrah.

Sementara ziarah ke Masjid Kiblatain sejatinya untuk mengenal dan memahami bahwa dalam sejarahnya masjid itu pernah memiliki dua kiblat.

Sebelumnya masjid ini memiliki kiblat ke masjidil Aqsa atau baitul maqdis di Palestina. Namun sejak ada perintah Allah Swt untuk memindahkan arah kiblat itu ke masjidil haram (ka’bah) seperti termuat dalam qur’an surat Albaqarah: 144, sejak itu pula kiblatnya diubah menjadi ke baitullah hingga sekarang.

Jamaah calon haji (JCH) Indonesia melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah salah satunya ke Masjid Quba.

 

Jabal Uhud pun tak kalah dalam kandungan nilai spiritualnya. Seperti dijelaskan salah satu anggota muasasah, jabal (gunung) Uhud menyimpan sejarah terjadinya Perang Uhud antara Rasullah dan pengikutnya melawan kaum kafir quraisy.

Dalam perang di mana pasukan Rasul mengalami kekalahan ini, banyak syuhada yang gugur dan dimakamkan di tempat ini di antaranya paman nabi sendiri, Hamzah. Spirit jihad ini setidaknya yang bisa diambil jamaah ketika berziarah ke tempat ini.

Para jamaah pun merasa puas dengan kegiatan ziarah ini. “Alhamdulillah ya jadi nambah wawasan. Banyak juga hikmah atau pelajaran yang saya petik dari ziarah ini,” ujar salah satu jamaah calon haji, Rizki Putra.

Ungkap hampir sama juga disampaikan jamaah lainnya, Sri Suharti.

“Sangat bermanfaat ya. Apalagi kegiatannya tidak sampai mengganggu target utama kita untuk menyelesaikan shalat arba’in di Masjid Nabawi,” ujarnya.

Kegiatan ziarah ke tempat bersejarah yang dimuali sejak pukul 7.00 waktu setempat ini berjalan lancar. Sebelum waktu Dzuhur tiba, para jamaah sudah diantar ke hotel masing-masing. Selanjutnya, selang sekitar satu jam, mereka pun pergi ke Masjid Nabawi untuk shalat dzuhur berjamaah. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts