Pagaralam, Sumselupdate.com – Jalan Provinsi Sumatera Selatan, jalur Lahat-Empat Lawang yang meliputi Kecamatan Suka Merindu, Kecamatan Jarai, Kecamatan Pajar Bulan dan Kecamatan Muara Payang kondisinya sangat memprihatinkan, Kondisi jalan rusak parah berlubang hingga berdebu.
Terlihat dari ruas jalan yang di tanami pohon pisang oleh warga. Jalan itu juga penghubung jalan Menuju Pagaralam-Lahat dan Kabupaten Empat Lawang.
“Warga dengan sengaja menanam pohon pisang guna memberi rambu peringatan bagi pengendara yang melintas serta bukti bahwa warga geram jalan tersebut tak kunjung di perbaiki,” ucapnya.
Kondis Jalan tersebut sudah lama rusak dan belum ada perbaikan dari pihak provinsi Sumatera Selatan.
“Kami berharap kepada Gubernur agar segera di perbaiki guna memperlancar akses kami,” ucap salah seorang warga dilokasi jalan rusak itu.
Saat ini, katanya akibat jalan tersebut rusak parah itu, membuat aktivitas niaga dan lalu lintas masyarakat terkendala. Titik kerusakan jalan berjarak sekitar kurang lebih belasan kilo meter dari Jalan Kecamatan Suka Merindu hingga perbatasan Pagaralam dan Kabupaten Empat Lawang.
“Jalan pun sudah tak berbentuk aspal karena sudah terkikis semua, hanya menyisakan lobang yang dalam. Lalu lintas yang selalu ramai membuat jalan makin rusak. Kerusakan pun juga dipengaruhi cuaca, apalagi musim hujan, bisa dibayangkan mas,” kata warga sekitar Jalan, yang kerap kebagian debu tebal di rumahnya.
Menurutnya, jalan itu banyak dilintasi kendaraan mulai dari seperti motor, minibus, hingga dilintasi kendaraan muatan berat seperti truk besar. Sementara kondisi seluruh badan jalan berlubang dan bergelombang. Diameter lubang berkisar 1 hingga 3 meter dengan kedalaman rata-rata 10 cm.
“Padahal, jalan yang rusak ini merupakan penghubung jalan Kabupaten Lahat menuju Kabupaten Empat Lahat dan kota Pagaralam,” urainya.
Hati hati jika melintas ke arah
Jalur ini yang sering dilalui masyarakat, kendaraan umum dan muatan berat. Namun, hingga kini, perbaikan jalan belum dilakukan sepenuhnya. Terutama di dekat desa Joko Jeghing dan desa Tertap.
“Kesal dan sedih lihat kondisi jalan ini. Untuk berangkat kerja ya harus lewat sini. Saya bekerja di Pagaralam, jadi otomatis saya harus lewat jalan rusak itu,” katanya kepada Sumselupdate.com, Rabu (17/04/2024).
Menurutnya, sudah lama jalan itu rusak dan menyusahkan pengguna jalan. Kendaraan muatan yang bertonase besar dan aktivitas pasar setiap hari melindas jalan itu. Dan kondisinya tiap tahun makin rusak hingga sekarang.
“Yang lewat macem-macem, dari angkot, motor, sampai truck besar. Jalan ini ramai terus,” katanya.
“Sampai sekarang belum ada perbaikan dari pemerintah, masyarakat yang menimbun jalan pakai tanah dan batu percuma, karena bakal rusak lagi,” katanya. (**)











