Palembang, Sumselupdate.com – Warga Jalan Pangeran Ratu, Lorong Melati, RT 15/11, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakbaring Palembang mendadak heboh atas penemuan jasad Mawar (60) yang tewas dengan kondisi leher digorok di depan rumahnya, Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 3.00.
Belum diketahui pasti motif meninggalnya korban. Namun dugaan kuat korban Mawar telah dibunuh oleh seseorang. Walapun saat Edi (30) keponakan korban menemukan jasad Mawar tidak mendapati barang berharga yang hilang.
Ketika ditemui Edi (30) menuturkan penemuan mayat bibinya berawal saat ia besama ibunya, Yapa (62), bangun pagi sekitar pukul 2.30 hendak memasak untuk berjualan nasi uduk di depan rumah. Kemudian mencari keberadan korban yang sudah tidak ada di rumah.
“Awalnya ibu saya bangun pagi, lalu melihat bibi sudah idak ada
lagi sebelah ibu. Ibu saya juga mengira korban sedang di kamar mandi. Namun setelah dipanggil tidak ada. Kemudian ibu
membangunkan saya. Jadi kami mencoba cari di luar rumah,” ucap Edi ketika ditemui dilokasi kejadian.
Betapa kagetnya, ia melihat korban sudah terbujur kaku di dekat jemuran baju dan pohon pisang dengan kondisi bersimbah darah serta luka gorok di leher.
“Tidak ada musuh. Dia memang sudah sakit kencing manis, keluar rumah pun sudah
jarang. Kami harap polisi cepat mengungkap kasus ini,” ungkap Edi
sambil mengatakan korbon berstatus janda.
Sedangkan Yapa (62), sepupu korban mengatakan, Mawar tinggal di rumahnya sejak 3 tahun belakangan ini.
“Korban ini janda. Kemarin sakit kencing manis, namun sudah sembuh. Sehari-hari dia membantu saya berjualan,” ungkap Yapa.
Yapa pun tak menyangka korban meninggal dunia dengan tragis ini, korban ini orangnya pendiam dan tertutup. “Setahu saya tidak tak ada masalah pak. Karena sehari-hari hanya dirumah. Nah orang
pendiam juga. Jadi jika ada masalah dia tak pernah cerita,” katanya.
Yapa juga menuturkan, saat dirumah korban bekerja mencuci piring dan menyapu rumah. “Dia ini menemani saya saat saya berjualan di depan
rumah, mencuci piring, menyapu saat warung sedang ramai pembeli. Saya
juga tak menyangka akan begini,” katanya.
Informasi yang dihimpun, ketika Yapa dan Edi tengah mencari keberadaan korban, posisi pintu rumah Yapa dalam keadaan sudah terbuka dan di dekat tubuhnya ditemukan pisau.
“Namun tak ada satu barang yang hilang, padahal motor kami di belakang pintu,” kata Yapa lagi.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Hariyadi membenarkan
kejadian tersebut dan korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi.
“Benar adanya kejadian itu. Korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Kasus ini sedang dalam penyelidikan anggota Satreskrim,” ungkapnya.
Ditempat berbeda, dari hasil pemeriksaan visum luar tim forensik RS Bhayangkara Palembang, diketahui korban Mawar tewas digorok dengan benda tajam. “Tadi sudah kita lakukan pemeriksaan luar, diketahui korban mengatakan luka sayatan dibagia leher dikarena beda tajam (pisau),” ungkap dr Indara.
Sementara Kapolsek SU I Kompol Mayestika melalui Bripka Nanang, Penyidik Pembantu Polsek SU 1 menyebut, kematian warga Lorong Melati ini diduga dibunuh dan murni kasus pembunuhan. Atas kasus tersebut pihaknya masih melakukan proses penyelidikan.
“Hingga kini kita masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan ini,
untuk pelaku kita belum tahu masih penyelidikan” kata Nanang.
Setelah menunggu satu jam pemeriksaan luar, dan dalam proses memulasara jenazah, Edi (32), keponakan korban mengatakan, rencana jenazah korban akan dibawa ke daerah kelahiran korban.
“Jenazah rencana akan dibawa ke Dusun Muara Penimbunan Kabupaten Ogan Ilir, pemakaman keluarga di Sana,” ungkap Ed sambil mengataka sebelum dibawa ke dusun, jenazah akan dibawa ke Jakabaring
dahulu untuk disolatkan. (tra)











