Jadi Korban Hipnotis di Angkot, Ibu dan Anak Kehilangan Perhiasan Emas

Selasa, 14 Februari 2017
Korban Ernawati dan ibunya, Aminah melapor di SPKT Polresta Palembang, Selasa (14/2/2017).

Palembang, Sumselupdate.com – Akibat menjadi korban hipnotis di dalam angkot, membuat Ernawati (46) dan ibunya, Aminah (70) warga Sungai Rasau, Pemulutan Ilir, Kabupaten Ogan Ilir kehilangan cincin emas seberat seperempat suku dan uang tunai sebesar Rp200 ribu.

Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang korban menuturkan kejadian itu bermula ketika mereka hendak ke Pasar 16 Ilir Palembang dengan menumpang angkot Plaju-Ampera dari simpang Kayu Agung, Plaju, Selasa (14/2/2017).

Read More

Kemudian, saat angkot melintas di pangkal Jembatan Ampera, pelaku masuk ke dalam angkot dan menawarkan agar korban membeli emas miliknya dan pelaku juga meminta diantar ke PS Mall untuk menemui saudaranya.

“Pelaku bilang sedang dikejar polisi karena habis membunuh selingkuhan pacarnya. Lalu, datang pelaku lain dengan badan tinggi besar juga membeli emas pelaku dengan mengeluarkan uang senilai Rp5 juta dan menyuruh kami juga membeli, katanya hitung-hitung menolong,” ujarnya.

Lanjutnya, lantaran merasa kasihan akhirnya ia menerima tawaran pelaku untuk tukar tambah dengan cincin emas seperempat suku yang dikenakannya dan uang Rp200 ribu. “Saya menurut saja, bahkan pelaku juga memberikan surat-surat emas itu. Tapi saat kami jual ke toko emas itu ternyata palsu,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban dan saat ini sedang disediliki. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts