Israel Tuding Iran Ingin Jadikan Suriah Pangkalan Militernya

Sabtu, 27 Januari 2018
Pasukan bersenjata Iran.

New York, Sumselupdate.com – Pemerintah Israel menuding Iran mengendalikan hingga sekitar 82.000 pasukan kuat di Suriah. Tujuannya mengubah Suriah menjadi pangkalan militer Iran terbesar di dunia.

Israel melalui duta besarnya untuk PBB, Danny Danon, merici puluhan ribu pasukan yang dikontrol Teheran di Suriah.

Read More

Jumlah pasukan itu terdiri dari 60.000 tentara Suriah;10.000 milisi Syiah dari Afghanistan, Irak dan Pakistan; 9.000 anggota milisi Lebanon-Iran, Hizbullah; dan 3.000 anggota Garda Revolusi Iran.

Danon mengatakan bahwa Iran telah menghabiskan USD35 miliar untuk pelatihan dan melengkapi kekuatannya itu.

Diplomat Israel ini juga mengklaim bahwa Republik Islam Iran membangun basis rudal di Suriah, dengan tujuan akhir untuk mengubah tetangganya itu menjadi pangkalan militer terbesar di dunia.

Menurutnya, intelijen Israel telah mengumpulkan informasi rahasia ini dan sekarang membagikannya dengan dunia.

“Kami melepaskan informasi rahasia ini karena sangat penting bagi dunia untuk memahami bahwa jika kita menutup mata di Suriah, ancaman Iran hanya akan tumbuh,” kata Danon, seperti dikutip Sindo.news.com dari Sputnik, Sabtu (27/1/2018).

”Bulan Sabit Syiah berada di ambang pintu kita. Iran siap untuk menyerang pada saat itu juga,” katanya mengacu pada wilayah berbentuk bulan sabit di Timur Tengah yang memiliki populasi mayoritas Syiah. Sebagai negara mayoritas Syiah, Teheran sering menonjolkan dirinya sebagai pelindung komunitas Syiah global.

Diplomat Israel ini menambahkan bahwa niat Iran adalah untuk mengacaukan wilayah tersebut dan mengancam Israel serta Barat. ”Mengapa Iran terus merekrut para ekstremis ini untuk dibunuh di medan perang Suriah?,” tanya dia.

”Mengapa Iran membangun pangkalan untuk menampung petempur ini dalam jangka panjang? Jawabannya jelas: untuk lebih mengacaukan Suriah dan wilayah kita.Untuk lebih mengancam Israel, dan untuk lebih meneror seluruh dunia secara bebas.”

Danon juga mengemukakan penolakan Israel terhadap Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau dikenal sebagai kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam kekuatan dunia (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

”Sejak penandatanganan JCPOA pada tahun 2015, Iran hanya meningkatkan pengeluaran militernya,” kata Danon. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts