Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, sumselupdate.com – Kaka Aldiano, bocah berusia 11 tahun ini terpaksa harus berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya sejak lahir. Ia didiagnosis rumah sakit di Palembang tempat ia pernah menjalani pengobatan bahwa terdapat cairan di otaknya.
Kaka yang sudah ditinggalkan oleh ayahnya karena meninggal dunia tiga tahun lalu, kini hanya diasuh oleh ibunya yang tinggal di kelurahan Bukit Sari, Dusun Bukit Napuh, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.
Diusia sebayanya, seharusnya Kaka menghabiskan waktunya dengan bermain, namun justru sejak lahir dirinya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan sesekali digendong oleh ibunya dan juga neneknya.
Muawanah (40), ibu Kaka menjelaskan, sebelum suaminya meninggal dunia, dirinya sudah pernah menjalani pengobatan untuk anak bungsunya ini empat kali di rumah sakit umum di Palembang meski hanya menggunakan BPJS.
“Pihak rumah sakit di Palembang bilang katanya ada cairan di otak anak saya, cuma belum tau persisnya apa. Sempat juga katanya mau di operasi terus ga jadi, setelah ke Palembang lagi disuruh terapi saja, saya nurut saja mas karena saya cuma pakai BPJS,” ucap Muawanah dengan tegar, Jum’at, (6/1/2023).
Namun, pasca suaminya telah tiada, Muawanah hanya mengurus Kaka di rumah, ia berjuang sendiri dengan cara berjualan sayuran di pasar Martapura. Mirisnya lagi, karena himpitan ekonomi ia terpaksa harus memberhentikan sekolah anak keduanya yakni Hendri Prihantoro (17) sampai batas SMP saja lantaran kekurangan biaya.
“Tidak pernah ada mas bantuan dari pemerintah, saya juga tidak pernah di data untuk didaftarkan bantuan sosial, makanya setelah suami meninggal dunia mau ga mau anak kedua saya harus putus sekolah sampai SMP saja karena kekurangan biaya, sampai kartu BPJS saja saya ga sanggup bayar, apa lagi biaya pengobatan. Saya setiap hari cuma berjualan sayuran di pasar,” ucapnya lagi.
Muawanah juga mengatakan, jika anak bungsunya dulu pernah di data dan dijanjikan untuk diberikan kursi roda namun sampai saat ini tidak pernah ada bantuan yang dijanjikan tersebut.
“Dulu pernah ada yang foto-foto anak saya ini, katanya mau diberikan kursi roda sama uang jajan, tapi nyatanya sampai sekarang ga ada mas,” ungkapnya lesu.
Saat ini, uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan sangat diharapkan oleh Muawanah demi kesembuhan sang buah hati, dan bisa meringankan beban ekonomi yang dihadapinya. (**)











