Intelijen Israel Sebut Gulingkan Iran Butuh Waktu Lama, Strategi AS Mulai Dipertanyakan

Writer: - Jumat, 27 Maret 2026
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas. [X]

Jakarta, Sumselupdate.com – Harapan Israel dan Amerika Serikat untuk melihat perubahan cepat di Iran diperkirakan tidak akan terwujud dalam waktu dekat.

Hal ini menyusul penilaian terbaru dari kepala badan intelijen Israel, David Barnea, yang menyebut bahwa pergantian kekuasaan di Teheran masih jauh dari kenyataan.

Read More

Penilaian tersebut disampaikan Barnea dalam pengarahan tertutup kepada jajaran kabinet Israel. Ia menegaskan bahwa upaya menggulingkan pemerintahan Iran bukanlah proses singkat.

“Pergantian rezim di Iran kemungkinan akan memakan waktu lama dan tidak bisa dicapai secara instan,” demikian inti penilaian yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Pernyataan itu menjadi kontras dengan optimisme sebelumnya dari Presiden AS, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang meyakini tekanan militer dapat mempercepat perubahan di Iran.

Menurut sejumlah sumber, Barnea menilai bahwa operasi militer saja tidak cukup untuk menjatuhkan pemerintahan di Iran. Ia menekankan pentingnya faktor internal, termasuk dinamika sosial dan peran masyarakat dalam mendorong perubahan politik.

Analisis tersebut mengindikasikan bahwa strategi jangka pendek yang selama ini diandalkan belum mampu mencapai tujuan utama.

Dengan kondisi tersebut, Israel dan Amerika Serikat dinilai perlu menyesuaikan pendekatan mereka menjadi lebih jangka panjang dan berhati-hati dalam menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts