Ini Modus dan Peran Lima Tersangka Skimming yang Bobol Uang Nasabah di 64 Bank

Sabtu, 17 Maret 2018
Lima tersangka pembobol uang dari mesin ATM dengan teknik skimming diperlihatkan petugas Resmob Polda Metro Jaya saat rilis di Jakarta, Sabtu (17/3). Sindikat ini membobol 64 bank pada sejumlah negara. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah).

Jakarta, Sumselupdate.com – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta menjelaskan modus lima tersangka pembobol uang nasabah 64 Bank di wilayah Bandung, Bali, Lombok, dan Jakarta.

Lima tersangka di antaranya tiga warga negara Rumania inisial IRI (26), LNM (26), ASC (34), satu warga Hungaria inisial ASC (34) dan warga negara Indonesia inisial MK (29).

Read More

Menurut Nico modus mereka melakukan pembobolan ATM melalui penggadaan kartu ATM atau (skimming). Mereka memasang alat Skimmer dan Spy Cam di ATM – ATM yang mereka jadikan sasaran di Jogjakarta, Banfung dan Jakarta.

“Itu data yang didapat dari alat skimmer digandakan di kartu ATM kosong. Kemudian digunakan dengan cata datang ke ATM para pelaku,” ujar Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan seperti dilansir Suara.com, Sabtu (17/3/2018).

Lanjut Nico, para tersangka memasukan nomor PIN, selanjutnya tersangka menarik uang tunai yang ada di ATM.

“Hasil uang itu digunakan untuk keperluan sehari-hari mereka hidup. Juga ada disimpan dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin,” kata Nico.

Nico menuturkan kelima tersangka memiliki peran masing-masing. Untuk tersangka IRL dan LNM berperan memasang alat Skimmer di ATM – ATM.

Kemudian, peran FH sebagai memindahkan data pin ATM dan data Nasabah. Sementara, tersangka ASC berperan membantu setiap instruksi FH yang dijalankan.

Satu tersangka terakhir merupakan wanita warga negara Indonesia inisial MK berperan menukarkan mata uang dari Rupiah ke Euro.

Sebelumnya, Polisi mendapatkan laporan dari salah satu pihak Bank. Lantaran uang nasabahnya hilang tanpa melakukan transaksi secara misterius.

kelima tersangka berhasil dibekuk polisi di dua lokasi berbeda yakni Tanggerang Selatan dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (17/3/2018).

Pindahkan Uang ke Bitcoin

Dari hasil pemeriksaan, penguras dana nasabah bank lewat modus skimming dari mesin ATMmemindahkan uang hasil tangkapannya ke bentuk uang virtual atau bitcoin.

“Ketika mengambil uang, mereka jarang diambil cash, semuanya hampir polanya ditransfer. Kemudian setelah ditransfer, ada sebagian yang dipindahkan ke bitcoin,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya seperti dikutip Liputan6.com.

Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan pelaku skimming untuk mempersulit penyidikan. Namun, atas informasi yang didapatkan, para pelaku pun berhasil dibekuk.

“Untuk mempersulit penyidikan yang dilakukan oleh Polri. Namun dari informasi yang masuk kami melakukan beberapa indikasi-indikasi akhirnya tertangkap,” kata Nico.

Untuk uang cash sendiri, Polri menyita Rp70 juta. Yang cash itu biasanya digunakan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, seperti biaya makan dan hotel.

Polri pun dibantu oleh Bank Indonesia dan Interpol untuk melacak apakah ada uang hasil skimming ATM yang dilarikan ke luar negeri.

Nico menuturkan, para pelaku telah melakukan aksinya sejak Oktober 2017. Mereka beraksi di beberapa lokasi di Indonesia.

“Jadi TKP-nya itu ada di Bali kemudian di Lombok dan ada di Jakarta serta Yogya, jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah, sehingga menyulitkan untuk dilacak,” tutur Nico.

Adanya laporan dan kerja sama dari pihak perbankan, Polri pun menangkap pelaku kasus skimming ini.

Pelaku yang tertangkap terdiri dari 5 orang, dengan 3 warga negara Rumania, 1 warga Hungaria, dan 1 warga negara Indonesia. Para WNA datang ke Indonesia menggunakan visa Turis.

Para pelaku ditangkap pada waktu dan di tempat yang berbeda. Lokasi pertama di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong. Kedua, di Bohemia Village 1 No 57 Serpong. Ketiga, di Hotel Grand Serpong. Keempat, lokasi terakhir, yakni di Hotel De’Max, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (hyd)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts