Hormati Jasa Pendahulu, Kakanwil Kemenag Pimpin Ziarah Tokoh Sesepuh

Writer: - Sabtu, 3 Januari 2026
Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan memimpin kegiatan ziarah ke makam para sesepuh dan mantan pimpinan Kemenag Sumsel, Sabtu (03/01/2026). (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan memimpin kegiatan ziarah ke makam para sesepuh dan mantan pimpinan Kemenag Sumsel, Sabtu (03/01/2026).

Kegiatan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kuat bagi tata kelola kehidupan beragama di Bumi Sriwijaya.

Read More

Makam para sesepuh yang diziarahi adalah makam KH. A. Rasyid Siddiq, KH. Azom Romli, KH. Husin Abdul Mu’in, KH. Abdul Aziz Yusuf, KH. Saleh Bina, KH. Sayid Salim, KH. Najib Haitami, dan KH. Mal An Abdullah. Para sesepuh Kemenag Sumsel ini dimakamkan di beberapa lokasi yaitu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning Palembang, TPU Kamboja Palembang, TPU Telaga Swidak Palembang, TPU Kebun Bunga Palembang, dan TPU Meranjat Ogan Ilir.

Di sela-sela kegiatan, Kakanwil yang memimpin ziarah di TPU Puncak Sekuning, menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan momen refleksi bagi ASN Kemenag yang masih aktif.

“Kita berdiri di sini hari ini karena perjuangan para sesepuh kita terdahulu. Semangat pengabdian mereka yang tulus dalam menjaga kerukunan umat harus kita teladani, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Kakanwil, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga : Kemenag Sumsel Himpun Donasi Rp1,7 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Kakanwil juga menghubungkan nilai perjuangan para tokoh terdahulu dengan tema HAB ke-80, Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju. Menurutnya, sinergi yang diharapkan Menteri Agama saat ini adalah kelanjutan dari estafet perjuangan para pendahulu dalam menjaga harmoni di Sumatera Selatan. Kakanwil berharap ASN di lingkungan Kemenag Sumsel memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap institusi.

Baca juga : 280 PPPK Kemenag Sumsel Terima SK, Tertua 56 Tahun dan Termuda 22 Tahun

“Jangan sampai kita melupakan sejarah. Bila kita membaca atau mendengar ulasan sejarah para tokoh pendahulu kita di Kemenag, kita bukanlah apa-apa. Saya sulit membayangkan betapa luar biasanya para tokoh di awal mula berdirinya Kemenag yang saat itu baru saja merdeka. Pastilah mereka menghadapi problematika dan dinamika yang sangat berat. Namun mereka telah menjalaninya dengan sepenuh hati. Untuk itu kita yang hadir di sini patut dan layak untuk mendoakan kiranya mereka diampuni dosa dan kesalahannya, diberikan kelapangan dan kebahagiaan di alam kubur, serta dimasukkan Allah SWT ke dalam surga,” pungkas Kakanwil. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts