Horee! Mulai September, Siswa SD dan SMP di Palembang Gratis Gunakan Internet Untuk Belajar Daring

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto.

Palembang, Sumselupdate.com – Mulai September nanti siswa SD dan SMP serta guru akan menggunakan internet yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang guna menunjang pembelajaran jarak jauh atau daring.

Sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) RI Nadiem Makarim, biaya kuota internet dapat diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, pihaknya telah menggandeng pihak ketiga.

Pada 1 September mendatang pihak sekolah wajib mensubsidi kuota internet. Sekolah wajib melakukan subsidi silang. Saat ini di Palembang satuan pendidikan ada 249 SD dan 60-61 SMP.

“Dari subsidi silang ini akan dipasang 61 titik wifi berupa tower. Induknya ada di Dinas Pendidikan Palembang. Radius lima kilometer yang dipasang bisa digunakan anak-anak kita di mana saja,” katanya, Minggu (23/8/2020).

Setiap sekolah harus membayar wifi dari dana BOS sesuai jumlah siswa. Apabila jumlah siswa yang ada di sekolah sebanyak 600 orang ke atas (ada 73 sekolah) wajib mengeluarkan dana sebesar Rp 3 juta.

Apabila sekolah tersebut ada sebanyak 300 sampai 528 orang siswa, wajib mengeluarkan dana sebesar Rp2,5 juta. Apabila jumlah siswa 200 sampai 299 orang, wajib mengeluarkan dana sebesar Rp2 juta.

Untuk sekolah yang siswanya berjumlah 100 sampai 195 orang siswa mengeluarkan dana sebesar Rp1,5 juta. Dan bila jumlahnya siswa hanya ada 85 sampai 100 orang maka dibebaskan biaya (gratis).

“Semua biaya ini dikeluarkan melalui dari dana BOS setiap sekolah,” katanya.

Zulinto juga mengaku banyak orangtua siswa yang menelpon dan juga mengirim WhatsApp (WA) ke sekolah-sekolah menanyakan kapan uang kuota diberikan kepada anak-anak.

“Inilah yang membuat bingung kepala sekolah, dan karena itu saya kumpulkan kepala sekolah untuk membahas hal ini, disebutkan kalau dana bos bisa digunakan untuk membeli kuota guru dan siswa,” katanya. (iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.