HNW: Jadilah Kader Bangsa yang Kritis Sesuai Konstitusi

Jumat, 28 Juli 2023

Jakarta, Sumselupdate. com- Hidayat Nur Wahid (HNW) Wakil Ketua MPRRI, menghadiri undangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Selatan, yang menyelenggarakan program DAM (Darul Arqam Madya) training untuk kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang datang dari berbagai daerah dan kota di Indonesia, Kamis, 27 Juli 2023.

Mereka memenuhi Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta Selatan.

Read More

Selama 3 hari puluhan anggota dan pimpinan IMM mengikuti pelatihan kader, Darul Arqam Madya (DAM) yang digelar Pengurus Cabang IMM Jakarta Selatan.

Salah satu rangkaian DAM adalah ‘studium general’ atau kuliah umum. Sebagai narasumber studium general adalah Wakil Ketua MPR Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid Lc.MA (HNW).

Selepas memberi pemaparan materi, HNW mengatakan, dia mengapresiasi generasi muda yang terhimpun dalam IMM menyelenggarakan pelatihan untuk kadernya dalam kegiatan DAM.

Menurut HNW, anak muda terpelajar juga makhluk sejarah yang bisa membuat sejarah, karenanya sangat penting belajar dari sejarah perjuangan dari seorang anak muda yang namanya dipakai dalam kegiatan di IMM yaitu Al Arqam Bin Abi Al Arqam. Beliau Sahabat Nabi Muhammad SAW, anak muda yang pemberani.

Dalam usia 21 tahun, berani masuk agama Islam, dan aktif menjadi solusi sehingga rumahnya pun dijadikan tempat berkumpul untuk mengajarkan Islam dan mengatur strategi dakwah. Rumahnya disebut sebagai Rumah alArqam (Darul Arqam). “Ia anak muda, seusia peserta training IMM, yang berani berperan positif bela dan sukseskan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Anak muda lanjut HNW tinggal di negara Indonesia, sebagai negara demokratis, terbuka lebar kesempatan berperan serta membentuk sejarah mengisi dan mengawal perjalanan bangsa.

Hal demikian sudah ditunjukan generasi muda muslim terpelajar tahun 1920-an yang tergabung dalam Jong Islamieten Bond (JIB).

Belajar dari pengalaman sejarah di atas, HNW menegaskan, generasi muda saat ini, apalagi peserta training madya Darul Arqam Muhammadiyah, semestinya tidak mempunyai jarak atau penghalang untuk mempersiapkan diri agar bisa maksimal berkontribusi menjadi solusi atasi permasalahan yang ada pada umat, bangsa dan negaranya.

“Dengan semangat Al Arqam dan JIB, generasi muda, Kader IMM, harusnya bisa hadirkan kontribusi menyelamatkan demokrasi Indonesia dan bonus demografi yang terjadi di Indonesia”ujarnya.

Kader IMM didorong memaksimalkan persiapan, agar bisa berperan maksimalkan peluang dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Dia menambahkan, UUD NRI Tahun 1945 sudah memberi kan kedaulatan kepada Rakyat. Yang sekarang ini didominasi kaum muda, generasi milenial. Kedaulatan ini harusnya tidak dikubadzirkan, melainkan dimanfaatkan o
semua rakyat, terutama generasi muda yang terhimpun dalam IMM.
HNW berharap kepada kader IMM berani mempersiapkan diri dan organisasi mengawal demokrasi dan reformasi, mengawal cita-cita kemerdekaan dan berkontribusi agar bisa mewujudkannya. Ini penting sebab bangsa ini mesti bisa mengunduh keuntungan bonus demografi. Pasti kita ingin hasil yang positif dari bonus demografi.

Untuk mengunduh dampak positif bonus demografi, dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti dilakukan IMM dengan DAM-nya. Dengan latihan, kader IMM bisa bersama generasi muda lain tidak hanya meningkatkan kualitas namun juga paham dengan ajaran agama, konstitusi, sejarah, hak, dan kewajiban.

“Dengan demikian generasi muda akan terus tampil menjadi pelanjut perjuangan, guna menyelamatkan cita-cita kemerdekaan dan reformasi”ujarnya.

Dengan demikian bonus demografi bisa bernilai untuk umat, bangsa dan negara.
Sebaliknya, bila generasi muda dibiarkan tanpa kegiatan positif dan konstruktif, akan membuat generasi muda terjerumus pada narkoba, free sex, LGBT dan budaya global yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Keadaan ini akan bisa menjadi bom waktu dari bonus demografi.

”Kondisi itu akan menjauhkan kita dari cita-cita Bapak dan Ibu Pendiri Bangsa”, tambahnya.

Untuk itulah HNW mendukung generasi muda seperti yang terhimpun dalam IMM, guna memaksimalkan peran melalui organisasi kampus, keagamaan, dan pelatihan-pelatihan agar mereka betul-betul tersegarkan ingatan peran sejarah dan memahami aturan hukum di Indonesia termasuk mengetahui hak dan kewajiban seperti yang pernah diperankan JIB dan Al Arqam.

IMM dengan spirit ‘Fastabiqul Khairat’ menurut HNW semangat itu harus segera diwujudkan, sehingga cita-cita yang diinginkan bisa diwujudkan. Ditegaskan, generasi muda termasuk IMM, juga harus paham aturan hukum di Indonesia sehingga peran menjadi mitra kritis pemerintah bisa dilakukan dengan benar. .(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts