Pagaralam,Sumselupdate.com – Membudidaya ikan lele membutuhkan pakan dan media yang tepat, agar mendapatkan hasil lebih. Bahkan untuk mendapatkan hasil lebih, dengan mengurangi biaya operasional, membuat pakan sendiri yang kualitasnya tidak kalah dengan hasil pabrikan.
Thomas desta (23), warga Dusun Tegur Wangi Lama, Kelurahan Pagar Wangi Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, saat ditemui Senin (23/12/2019) memiliki pakan alternatif sehingga membuat hasil panen lelenya melimpah.

Dengan memakai lahan 10 kolam berukuran 15 meter x 5 meter. Setiap kolam berisi sekitar 3 ribu lele berukuran benih 6 cm, setiap 1 benih ikan seharga Rp. 100. Setelah kurang dari 30 hari, ikan lele akan diberi pakan pelet (pakan pabrikan) sebanyak 30 Kg sampai 40 Kg per- hari, dengan pemberian makan 3 kali sehari.
Setelah berumur lebih dari 30 hari, ikan lele akan diberi pakan buatan sendiri, yakni campuran ikan, ampas Kelapa dan dedak. Pakan ikan inilah yang membuat ikan lele akan cepat mudah berkembang. Mulai dari kegemukan, panjang ikan sampai warna kulitnya. Dengan pemberian makan tidak lagi sehari 3 kali, namun porsi ditambah dari sebelumnya. “Memang porsinya kita tambah, untuk mencukupi gizi ikan. Pakan sengaja kita buat sendiri, untuk mengurangi biaya, ” ujar Thomas.
Pembuatan pakan sendiri dapat ni mengurangi biaya operasional untuk pakan ikan. Apabila pakan dari palet toko setiap harinya membutuhkan 30 Kg dengan biaya sebesar Rp. 310.000, dengan harga Rp. 11.000 per kilogramnya. Akan lebih murah bila pakan tersebut dibuat sendiri. Setiap 30 kgnya hanya membutuhkan biaya sekitar Rp. 70 ribu saja. “Lebih ringan 4 kali lipat dibanding membeli pakan pelet toko, ” katanya.
Thomas menegaskan ikan lele akan lebih besar pertumbuhan bila diberi pakan buatannya dibandingkan hanya diberi pakan pabrikan. Media ternak juga lebih bagus apabila langsung menggunakan kolam/ dasar tanah dibandingkan media dasar terpal atau plastik.
Karena ikan akan mudah mengasup gizi yang tersimpan di tanah. Selain itu, oksigen air akan lebih banyak dibandingkan dengan dasar plastik. “Kolam itu kan bisa banyak plankton. Tinggal memberikan tambahan air saja, ” lanjutnya.
Ditanya hasil usaha, Ikrom menjelaskan untuk 3 ribu benih yang ditaburnya akan menghasilkan ikan 1 ton. Dengan harga tengkulak setiap 1 Kg nya sekitar Rp. 20 ribu. Sehingga laba kotor yang diterima sebesar Rp. 14 juta. Setelah dikurangi dengan biaya operasional selama 60 hari , maka laba bersih yang diterima sekitar Rp. 8,5 juta. ” Biaya operasional, mulai pakan, dan pekerja sekitar Rp. 5,5 juta. Laba itu dengan asumsi kematian benih sebanyak 20%. ” pungkasnya. (ric)











