Hashim Djojohadikusumo Resmi Lantik Srikandi Jaga Desa, Siap Perkuat Pembangunan Nasional

Writer: - Selasa, 7 Juli 2026
Hashim Djojohadikusumo dan Adhitya Yusma tegaskan komitmen ABPEDNAS perkuat kepemimpinan perempuan di desa. (Dok. Istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com – Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, bersama Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Nasional (ABPEDNAS), Adhitya Yusma Perdana, secara resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan.

Pelantikan yang berlangsung di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026), menjadi tonggak awal penguatan organisasi perempuan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.

Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan merupakan organisasi sayap resmi ABPEDNAS yang dibentuk untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam pembangunan desa, meningkatkan ketahanan sosial, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta memperluas partisipasi perempuan dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional berbasis desa.

Sebelum pembacaan susunan kepengurusan, Sekjen DPP ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana membuka prosesi dengan pantun bertema persatuan dan semangat kebangsaan yang disambut meriah para tamu undangan.

“Timur ke barat, selatan ke utara, bersama Srikandi Jaga Desa membangun desa menata kota, bersama Bapak Prof. Reda selamanya,” ucap Adhitya.

Ia kemudian melanjutkan pantun, “Makan sambal roa di Minahasa, terima kasih Bapak Hashim berkenan membina, ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, jaga Indonesia jangan lupa bahagia.”

Dalam pidato utamanya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pembangunan nasional yang kuat harus dimulai dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai pilar utama pembangunan.

“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hal tersebut menjadi fondasi bagi terwujudnya desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat.

“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan desanya,” ujar Sherly.

Sementara itu, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan manajemen yang kuat, setiap program pemberdayaan dan bantuan UMKM dapat tepat sasaran,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menjelaskan bahwa Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah penguatan kapasitas perempuan, khususnya anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), sekaligus membuka ruang partisipasi bagi aktivis, relawan, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa.

Menurutnya, organisasi tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, LPMK, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.

Adhitya mengatakan, program prioritas Srikandi Jaga Desa meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan kepemimpinan perempuan di seluruh Indonesia.

“Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan pengurus oleh Sekjen DPP ABPEDNAS, dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka, peluncuran logo resmi organisasi, serta penyerahan kartu tanda anggota (KTA) secara simbolis kepada para pengurus.

Melalui pelantikan tersebut, Srikandi Jaga Desa menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kepemimpinan perempuan yang kuat, adaptif, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan nasional dari desa dan kelurahan. Organisasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan sehingga tercipta pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts