Laporan : A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Peternak ayam petelur di Desa Penandingan Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat, mengeluhkan harga pakan ayam yang naik.
Menurut Marbes peternak ayam, sudah setahun terakhir harga pakan ayam naik cukup drastis, dari semula Rp 6.200 perkilogram, menjadi Rp 7.400 satu kilo.
“Iya betul, naiknya pakan itu terbilang cukup terasa, karena naik Rp 1.200 perkilogram. Harga pakan yang tinggi saat ini, sungguh membuat kami harus menambah kos untuk pakan,” kata dia, Jumat (11/03/2022).
Marbes menuturkan, pakan ayam merupakan unsur yang paling penting, karena harus diberikan sehari dua kali.
“Ketersediaan pakan merupakan hal wajib bagi peternak, itulah kenapa kenaikan ini, sungguh berdampak terhadap produktivitas peternakan. Biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 85 hingga 90 juta perbulan, khusus untuk pakan, karena dalam sebulan, pakan ayam petelur ini menghabiskan 11 ton,” ujar dia.
Pihaknya berharap peran pemerintah untuk menstabilkan harga pakan, sehingga peternak dapat kembali menjual telur dengan stabil.
“Meski harga pakan naik, kami tetap jual telur mengikuti harga pasar. Kami jual diseputaran Kecamatan Tanjung Sakti saja, dengan harga Rp 44.000 per box, sama seperti harga pasar. Meski harga pakan baik, harga telur tetap segitu, karena kami tidak mau mengecewakan pelanggan,” ungkapnya. (**)











