Harga Dolar Tinggi, Diknas Sumsel Minta Sekolah Cermat Kelola Program

Jumat, 7 September 2018
Kadisdik Sumsel Drs Widodo MPd.

Palembang, sumselupdate.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terus berkoodinasi terhadap pihak terkait dan sekolah mengenai dampak yang dirasakan bagi sekolah, terkait semakin meroketnya nilai tukar Dolar terhadap nilai Rupiah sejak beberapa hari terakhir.

Kapala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs Widodo, MPd, Jumat pagi (7/9/2018) mengatakan, hingga kini masih terus melakukan koordinasi kepada sekolah termasuk siswa, terkait dampak yang dirasakan akibat semakin tingginya harga Dolar sejak hampir sepekan terakhir ini.

Read More

Menurut Widodo, perlu dipahami sejauh ini tentu akan ada dampak dari kenaikan tersebut, namun belum ada rincian yang detail apa saja yang berdampak langsung kepada siswa atau operasional sekolah di Sumsel.

“Kita akan kaji itu, dan saya akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak terkait terutama pihak sekolah untuk memastikan sejauh mana dampak yang dirasakan oleh sekolah atau siswa akibat dari naiknya harga dolar terhadap rupiah,” ucapnya

Widodo menegaskan, tidak ada penghematan tetapi menata anggaran secara lebih cermat dan selektif dengan memilih program-program yang memiliki daya ungkit ke bidang lain. Misalnya saja pemanfaatan IT dalam pembelajaran akan jauh menghemat pembelian sumber belajar (seperti buku teks), efisien waktu, perubahan perilaku belajar, serta menyejajarkan kualitas secara tidak langsung dengan sekolah dan bahkan negara lain.

Selain itu lebih lanjut Widodo juga menyampaikanm,untuk sejumlah rencana termasuk membangun sekolah yang bertaraf internasional tentu sejauh ini tetap akan berlanjut, karena itu sudah menjadi program Sumsel untuk menciptakan SDM yang memiliki kualitas pendidikan yang mumpuni.

Sementara itu program lain juga masih berlanjut misalkan pada 30 September mendatang, Sumsel akan mengirim 23 siswa SMA ke Perancis sebagai tindak lanjut kerja sama dengan Perancis yang ditandatangi Guberur beberapa waktu lalu menyusul pengiriman siswa sebelumnya.

Selanjutnya untuk Vokasi (SMK) segera akan kerja sama dengan India, Thailand, Jepang, dan Australia dalam waktu dekat dalam rangka mengangkat mutu lulusan SMK kita untuk bersaing di tingkat dunia yaitu memasuki pasar kerja dengan penghasilan sangat baik di dunia Internasional.

“Misalkan anak Sumsel lulusan SMK yang kita kirim ke Cina secara gratis (PKG) 3 tahun lalu kini sudah selesai dan yang langsung bekerja rata-rata penghasilan gaji mereka antara 16 hingga 20 juta perbulan. Ada juga yang memilih melanjutkan studinya ke Master mereka mendapatkan beasiswa dari kampusnya di Wuxi dan Nanjing Cina,” jelasnya.

Selain itu Sumsel juga mengirim siswa ke Jepang yang saat ini juga telah terlihat hasilnya, mereka ada yang telah lulus dan sudah bekerja sesuai program keahliannya dengan rata-rata penghasilan gaji 20 juta di Jepang.

“Nah, di sektor pengiriman siswa keluar tentu akan kita pantau, sejauh mana dampak yang harus kita antisipasi jika hal yang sama kita akan lakukan, kami akan pastikan semua masih bisa berlanjut meski kondisi dolar saat ini masih belum kondusif, dan berdampak bukan di dunia pendidikan saja, akan tetapi luas kepada semua sektor,” tutup Widodo. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts