PALI, Sumselupdate.com – Harga cabai merah di Bumi Serepat Serasan tiga hari tetakhir kembali meroket. Tidak tanggung-tanggung, komuditi yang selalu dicari masyarakat untuk memasak tersebut naik hingga 75 persen.
Seperti yang terpantau di pasar tradisional Kota Pendopo, Kabupaten PALI, Minggu (16/10/2016) harga cabai melambung hingga Rp60.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga cabai hanya berkisar Rp35.000 per kilogram.
Melambungnya harga cabai banyak dikeluhkan warga, terutama ibu-ibu rumah tangga di Kota Pendopo.
Seperti yang diutarakan Nurlela (50), warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi.
Kepada Sumselupdate.com ibu tiga orang anak ini mengeluhkan mahalnya harga cabai hingga menyentuh Rp60.000 per kilogram.
“Mahal nian dek, kato para pedagangnyo lagi langka cabe nyo. Mako nyo naik sampe Rp 60.000 per kg nyo. Kalau cak ini kondisinyo, terpakso masakannyo idak dibuat pedas,” katanya, Minggu (16/10).
Sementara itu, Royati (36) salah satu pedagang menjelaskan meroketnya harga cabai karena beberapa hari terakhir terjadi penurunan pasokan, sehingga membuat pedagang menaikkan harga.
“Biasonyo dari petani lokal ado, kemudian dari Kota Pagaralam dan Prabumulih. Nah sekarang, cabai cuma dateng dari Prabumulih. Karena pasokan yang terbatas, membuat harga cabai kini naik secara signifikan,” jelasnya.
Terpisah, Suherman, ST salah satu tokoh masyarakat di PALI menilai naiknya harga cabe di PALI dikarenakan adanya penurunan produksi di kalangan petani lokal. Bisa jadi disebabkan oleh perubahan cuaca.
“Atas itulah, pasokan caba terbatas dan menyebabkan harga melambung. Kondisi ini harus segera disikapi pemerintah, khususnya dinas terkait agar harga cabai bisa kembali normal,” tandasnya. (adj)











