Palembang, Sumselupdate.com – AIESEC in Universitas Sriwijaya (Unsri) kembali menghadirkan ruang pengembangan kapasitas bagi generasi muda melalui kegiatan Impact Circle 11.0 yang digelar di Aula Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Palembang, pada 6 Juni 2026.
Mengusung tema “From Local Minds to Global Impact”, kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah di Kota Palembang dan sekitarnya. Program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, serta mengembangkan potensi kepemimpinan.
Sebagai salah satu program rutin AIESEC in Unsri, Impact Circle 11.0 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari sesi inspiratif bersama narasumber kompeten, Focus Group Discussion (FGD), interactive booth, hingga berbagai aktivitas interaktif yang mendorong peserta belajar melalui pengalaman langsung.
Salah satu booth yang menarik perhatian peserta adalah Hanoon Craft, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Booth tersebut ramai dikunjungi peserta karena menghadirkan berbagai produk kreatif serta pelatihan pembuatan kerajinan secara langsung.
Didirikan oleh Rizqi Hanifah pada 2023, Hanoon Craft mengusung konsep pemberdayaan melalui kreativitas. Tidak hanya menghasilkan produk kerajinan, usaha tersebut juga berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.
Dalam kolaborasinya bersama AIESEC in Unsri, Hanoon Craft menggelar pelatihan pembuatan gantungan kunci berbentuk kupu-kupu menggunakan tali kriya. Peserta diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari membentuk pola, mengombinasikan manik-manik, hingga memasang ring gantungan yang siap digunakan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mengikuti pelatihan, banyak peserta yang tertarik membeli produk kerajinan yang dipamerkan karena dinilai unik, kreatif, dan memiliki nilai estetika tinggi.
Salah seorang peserta, Nabila, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan selama mengikuti kegiatan di booth Hanoon Craft.
“Saya sangat senang bisa mencoba membuat gantungan kunci secara langsung. Selain menambah wawasan, saya juga jadi lebih mengenal proses pembuatan kerajinan tangan dan produk lokal,” ujarnya.
Menurut Nabila, kegiatan tersebut membuka pemahamannya bahwa produk kerajinan lokal memiliki potensi ekonomi yang besar apabila terus dikembangkan oleh generasi muda.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan peserta laki-laki. Nanda, salah satu peserta yang mengikuti pelatihan, mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat berhasil menyelesaikan gantungan kunci hasil karyanya sendiri.
“Meskipun saya laki-laki, saya sangat menikmati proses belajar membuat kerajinan tangan. Saya dibimbing hingga akhirnya berhasil membuat gantungan kunci kupu-kupu sendiri,” katanya.
Kolaborasi antara AIESEC in Unsri dan Hanoon Craft dinilai menjadi contoh sinergi positif antara organisasi kepemudaan dan pelaku UMKM dalam menciptakan ruang pembelajaran yang relevan bagi generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru di bidang kerajinan tangan, tetapi juga memahami bahwa kreativitas dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara serius.
Dengan menjangkau lebih dari 200 pemuda di Palembang, Hanoon Craft berhasil memperluas dampak sosial melalui transfer keterampilan yang sederhana namun bermanfaat. Sejalan dengan semangat AIESEC in Unsri dalam mengembangkan potensi kepemimpinan generasi muda, kolaborasi ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.











