PALI, Sumselupdate.com – Meski saat ini tidak memiliki lapangan untuk bermain dan upacara akibat terendam banjir, namun semangat dan keceriaan tetap terlihat dari wajah-wajah polos anak-anak di Sekolah Dasar Negeri 13 Penukal Utara, Kabupaten PALI, Kamis (23/3/2017).
Seperti ketika dijumpai, puluhan pelajar SD Negeri 13 Penukal Utara tersebut tampak sangat riang bermain ketika jam istirahat tiba, meski cuma di teras sekolah yang berlantai beton dengan ukuran panjang 40 meter dan lebar 6 meter. Bahkan sepintas, sekolah tersebut seolah berada di atas sungai.
Dijelaskan Alkopri, salah satu guru di SDN 13 Penukal Utara bahwa kondisi seperti itu sering terjadi, bahkan sudah menjadi musiman setiap tahunnya.
“Jika musim hujan seperti sekarang, kondisi lapangan memang tergenang banjir. Malah bisa sampai enam bulan. Namun, ketika musim kemarau, lapangan kering dan bisa digunakan,” ujarnya.
Alkopri menjelaskan bahwa sekolah yang didirikan 2015 lalu itu saat ini memiliki siswa sebanyak 197 siswa dari lima kelas yang ada dan untuk saat ini sekolah terpaksa menerapkan sekolah pagi dan siang.
“Karena sekolah baru memiliki empat ruang, tiga ruang belajar dan satu kantor. Sedangkan untuk guru baru berjumlah 13 orang, dua diantaranya berstatus PNS,” sambung Alkopri.
Sejauh ini, Alkopri mengaku belum pernah ada kejadian jatuhnya pelajar ke dalam air atau juga anak-anak yang bermain air ketika di sekolah. “Kami ada pengawas, jadi ketika jam istirahat anak-anak dilarang keluar masuk gerbang sekolah. Karena gerbang juga selalu dikunci,” tambahnya.
Sementara itu, Devriansyah (11), pelajar kelas V di sekolah ini mengaku tetap semangat belajar, meski kondisi lapangan sedang banjir. “Ya kalau upacara di atas lantai inilah. Main juga di sini,” imbuhnya. (adj)











