Hakim Tolak Gugatan Praperadilan, Kuasa Hukum Mislianti Kecewa

Kuasa Hukum Mislianti Arief Budiman, SH.

Palembang, Sumselupdate.com – Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Palembang menolak praperadilan Mislianti selaku pihak pemohon terkait ditetapkannya Mislianti menjadi tersangka oleh Polsek Sukarame selaku termohon.

Arief Budiman, SH Kuasa Hukum Mislianti mengaku kecewa yang dialami kliennya tersebut cukup beralasan karena keputusan hakim dinilai cacat prosedur hukum dan tidak memberi rasa keadilan terhadap kliennya.

Bacaan Lainnya

“Namun kita tetap menghormati apapun putusan hakim, kita juga akan berkoordinasi juga untuk upaya hukum apakah dipandang perlu untuk membuat laporan demi penegakan hukum yang baik,” kata Arief saat diwawancarai, Sabtu (22/5/2021).

Ia menjelaskan, pengajuan permohonan hingga dimeja hijaukan praperadilan PN Palembang yakni saat kliennya berawal dijadikan tersangka oleh Polsek Sukarame.

Dalam perkara tersebut lanjut Arief, bermula pada tanggal 21 Januari klien adalah pelapor di Polda Sumsel sebagai korban penganiayaan. Namun di hari yang sama pada sore hari kliennya dilaporkan ke Polsek Sukarame.

“Setelah melaporkan ke Polda, di hari yang sama pada sore harinya kliennya dilaporkan di Polsek Sukarame. Tanggal 5 dia minta keterangan dalam klarifikasi bukan sebagai saksi. Tiba-tiba pada tanggal 17 April klien kami langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dengan tidak menyampaikan surat perintah dan surat pemberitaan SPDP maka pihaknya selaku pemohon mengajukan praperadilan ke PN Palembang dengan termohon yakni Polsek Sukarame melalui Bidkum Polda Sumsel, hingga akhirnya PN Palembang memutuskan menolak permohonan praperadilan yang diajukan Mislianti.

Sementara itu Mislianti, mengatakan, pihaknya sangat kecewa atas putusan tersebut.

“Jelas saya sangat kecewa dengan putusan itu, dalam putusan praperadilan menyatakan penyidikan serta penetapan tersangka terhadap saya itu dinyatakan sah,” ungkapnya.

Menurutnya dalam sidang dengan nomor perkara 10/pid.pra/2021/pn.plg yang dipimpin hakim tunggal Nasorianto, SH, MH tidak berkesesuaian dengan fakta yang ada pertama sampai detik ini Surat Perintah Dalam Penyidikan (SPDP) belum diterima.

Lalu yang kedua yakni pada sekitar tanggal 1 Mei 2021 lalu beberapa petugas dari polsek Sukarami telah mendatangi rumahnya dengan tujuan untuk diproses sebagai tersangka.

“Padahal kala itu, upaya hukum persidangan praperadilan yang saya ajukan masih berjalan, dan itu bukti bahwa hal tersebut tidak prosedural serta telah melanggar hak saya sebagai warga negara dalam upaya hukum,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.