Jakarta, Sumselupdate.com – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak punya persiapan khusus untuk sidang lanjutan pembacaan tuntutan pekan depan.
“Kalau dibacakan tuntutan ya duduk, dengar saja. Kalau tuntutan tanggal 11 (April 2017), hakim bilang kan tanggal 18 (April 2017) terlalu dekat dengan pilkada, jadi dimajukan. Yang pasti hakim bilang minggu depan semua bisa live karena bukan pembuktian, ya sudah live saja,” kata Ahok seusai sidang ke-17 di auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017) dikutip dari detikcom.
Sementara itu, anggota tim pengacara Ahok, Teguh Samudera, meyakini kliennya tidak melakukan penodaan agama dalam dialognya dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.
“Alat bukti ratusan, ada yang tertulis dan video elektronik yang kita putar. Kita yakin bahwa apa yang disampaikan Pak Basuki di Kepulauan Seribu itu tidak terbukti menodai agama atau menghina golongan masyarakat di Indonesia,” kata Teguh.
Sedangkan ketua tim jaksa penuntut umum Ali Mukartono menyatakan akan berdiskusi dengan timnya terkait dengan tuntutan Ahok. Dia mengaku akan berusaha menyelesaikan berkas tuntutan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan majelis hakim, yakni Selasa (11/4) pekan depan.
“Doakan saja mudah-mudahan bisa, karena banyak, jadi kita harus teliti dan kita coba taati jadwal yang ditentukan. Kami besok ketemu, tim akan membuat kesimpulan,” ujarnya. (adm3)











