Greenpeace Sebut HSBC Danai Perusahaan yang Terkait Kerusakan Hutan

Kamis, 19 Januari 2017
ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Dalam laporan terbarunya, Greenpeace menyebut bank HSBC, salah satu penyedia jasa keuangan terbesar di dunia, mendanai enam perusahaan yang menghancurkan hutan di Indonesia.

Seperti dilansir BBC Indonesia, Kamis (19/1/2017), HSBC memiliki kebijakan yang melarang pembiayaan yang menyebabkan deforestasi. Namun, sejak 2012 bank ini telah mengucurkan dana hingga $16,3 milyar (Rp 214 triliun) untuk enam perusahaan tersebut dan sekitar $2 milyar (Rp26 triliun) dalam bentuk obligasi korporat.

Read More

Laporan Greenpeace menyebutkan keenam perusahaan sawit yang telah menerima pendanaan dari HSBC, yakni Bumitama Agri Ltd., Goodhope Asia Holdings Ltd., IOI Group, Noble Group, Posco Daewoo Corporation dan Salim Group (Indofood).

Keenam perusahaan ini dilaporkan melakukan deforestasi, mengeringkan lahan gambut, merampas lahan rakyat dan membasmi orang utan.

Menurut juru bicara Greenpeace Indonesia, Annisa Rahmawati, titik-titik api yang masih terjadi saat ini ditengarai dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mendapat pendanaan dari penyedia jasa keuangan seperti HSBC.

“Perusahaan-perusahaan yang nakal dan yang merusak hutan ini masih bisa beroperasi karena masih ada dana yang disediakan untuk mereka. Jadi kita mau HSBC menghentikan pendanaan terhadap perusahaan-perusahaan ini karena kita melihat dalam kebijakan HSBC, yang termasuk katanya cukup progresif, dia tidak mendanai deforestasi nyatanya mereka mendanai”, kata Annisa.

Menanggapi hal tersebut, HSBC melalui pernyataan persnya mengatakan bahwa mereka mengapresiasi masukan Greenpeace agar konsisten dengan kebijakan komoditas agrikultur dan pertanian. Namun, HSBC tidak dapat mengkonfirmasi keterkaitan dengan enam perusahaan yang disebutkan Greenpeace.

“Kerahasiaan nasabah membatasi kami berkomentar untuk perusahaan-perusahaan tertentu. Kami menyadari ini dapat membuat frustasi namun begitupun para pemegang saham jika informasi diberikan ke publik seperti yang kami pahami”, bunyi petikan pernyataan pers itu.

HSBC juga menegaskan dukungan pada standar yang lebih tinggi untuk menciptakan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

“HSBC mendukung dan mempromosikan (sebagai anggota Dewan RSPO) pengadopsian RSPO NEXT sebagai cara perusahaan-perusahaan terdepan di sektor ini mendemontrasikan standar yang lebih tinggi lagi melalui proses verifikasi terstandardisasi lewat pihak ketiga,” lanjutnya.

Belum ada konfirmasi dari perusahaan yang disebutkan Greenpeace dalam laporannya. Namun, seperti dilansir BBC Indonesia, seorang mantan staf salah satu perusahaan mengaku bingung dengan alasan Greenpeace mengangkat isu pendanaan itu kembali. Dia mengatakan pembiayaan yang diberikan HSBC terjadi di masa lampau. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts