Gelombang Sungai Musi Tinggi Sulitkan Petugas Basarnas, Tubuh Ardiansyah Belum Ditemukan

Senin, 31 Oktober 2016
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah melompat dari atas  Jembatan Ampera, Minggu (30/10/2016) siang, petugas dari Basarnas terus melakukan pencarian tubuh Ardiansyah (28), warga Komplek Perumahan Kenten Indah,yang terseret derasnya aliran Sungai Musi.

Kabasarnas, Budi ‎Cahya melalui Kasi Operasi Kantor SAR Palembang, Inarwan mengatakan, setelah mendapat laporan tentang kejadian tersebut pihaknya terus melakukan sejak dua hari terakhir.

Read More

Di mana,pencarian dilakukan dengan cara menyisir dari wilayah ilir ke hulu dan melakukan penyelaman di seputaran daerah tempat Ardi melompat dari Jembatan Ampera ke Sungai Musi.

“Sudah dua hari kami melakukan penyisiran dan penyelaman bersama tim penyelaman tradisional namun hasilnya masih nihil. Besok, masih akan kita lakukan pencarian lagi,”sebut dia, Senin (31/10/2016).

Sejauh ini kata dia, kendala yang dihadapi oleh Basarnas dalam melakukan penyisiran dikarenakan gelombang air Sungai Musi cukup tinggi dan pasang sungai yang sehari peristiwa tersebut, menyulitkan petugas.

Sedangkan untuk penyelaman, masalah jarak pandang sangat terbatas lantaran air yang keruh serta arus Sungai Musi yang cukup deras mencapai 2-4 knot.

“Setidaknya dalam tujuh hari kedepan kita akan terus melakukan penyisiran dan penyelaman.Korban masuk kedalam permukaan air sekitar 4-5 meter sehingga terbawa arus. Biasanya 1 X 24 jam ‎korban yang tenggelam itu akan timbul dengan sendirinya,” ucap Inarwan.

Sebagaimana diberitakan, Ardiansyah nekat terjun dari Jembatan Ampera pada Minggu (30/10/2016) siang.

Salah seorang keluarga korban, H Erman Teguh (61), mengatakan, saat kejadian Ardiansyah bersama ayahnya, Ujang Sani (64) yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) baru sudah berobat dan hendak pulang ke rumah menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan tepatnya di atas Jembatan Ampera, mendadak korban meminta berhenti. Tanpa basa-basi, korban langsung turun dari sepeda motor dan lari ke kiri jembatan, lalu melompat ke Sungai Musi.

Diduga korban Ardiansyah terbawa arus Sungai Musi yang siang tersebut cukup deras. Mendapati hal tersebut, ayah korban langsung menghubungi anggota polisi. Tak lama berselang, tim identifikasi dari Mapolresta Palembang langsung datang ke lokasi kejadian.

Erman Teguh mengatakan, sebelum peristiwa tersebut, Ardiansyah bersama ayahnya Ujang Sani sempat berkunjung di kediamannya di kawasan Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin.

“Tiba-tiba saat terjebak macet di Ampera, dia turun, lalu melemparkan helm dan melompat,” kata dia.

Ditambahkannya, sepengetahuan ia, korban baru selesai menjalani rehabilitasi di Kota Bandung untuk mengobati kecanduannya menggunakan narkoba jenis shabu.

“Memang beberapa hari ini, menurut cerita ayahnya, dia terlihat murung dan menyendiri. Mungkin menyimpan beban ya,” ungkapnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts