Gelar Sidak, Tim Gabungan Pemkab Banyuasin Temukan Tahu Mengandung Formalin di Pasar Betung

Selasa, 6 Juni 2017
Tim gabungan yang dipimpin DPKUKM, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Sat Pol PP menggelar sidak di pasar tradisional Betung, Senin (5/6/2017). (Kominfo/PKP)

Betung, Sumselupdate.com – Masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur di pasar tradisonal, harus lebih waspada terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya.

Ini terbukti, hasil inspeksi mendadak (sidak) Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui tim gabungan yang dipimpin DPKUKM, Dinas kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Sat Pol PP, serta aparat kepolisian di pasar tradisional Betung, Senin (5/6/2017), masih ditemukan tahu mengandung formalin.

Read More

Kepala DPKUKM, Ir Hj Ria Apriani, MSi yang memimpin langsung sidak pasar mengatakan, tahu yang mengandung zat pengawet mayat langsung disita petugas kepolisian.

Menurut dia, selain tahu berformalin, juga ditemukan sejumlah barang kedaluwarsa.  “Barang langsung disita oleh pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti” lanjutnya

Menurutnya, sidak pasar ini akan terus diupayakan ke beberapa pasar yang ada di Kabupaten Banyuasin.

“Ini masih awal, nantinya kita akan gelar sidak di beberapa lokasi. Makin dekat lebaran, makin intensif. Bisa jadi beberapa pasar sekaligus, supaya ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga. Dan pastinya untuk memantau harga pasar” sambungnya.

Ditambahkan Ria, hasil sidak didapati stok kebutuhan pangan masih terjamin dan harga pasar masih stabil.

“Harga masih stabil, tidak banyak mengalami perubahan dari hari-hari sebelumnya. Misalnya ayam ras Rp28 ribu per kilogram, daging Rp120 ribu per kilogram, gula Rp13 ribu per kilogram, telur Rp18 ribu per kilogram” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Banyuasin Ir. SA Supriono, MM meminta dinas terkait untuk bekerja lebih lagi dalam menjaga stabilitas harga, bukan hanya memantau harga pasar, tapi dapat mengambil tindakan cepat jika diketahui ada harga yang naik drastis atau pun anjlok.

“Selain itu saya imbau agar pedagang dapat menjual makanan sehat bebas dari bahan berbahaya seperti formalin dan boraks. Apalagi  Dinas terkait sudah melakukan pelatihan keamanan pangam kepada pedagang mie dan tahu di pasar” imbau Supriono. (ril)
 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts