Gara-gara Sepele Ditanya Motor Vespa, Buruh di Palembang Bacok Teman Sendiri

Selasa, 31 Mei 2022
Rido Adi Setiawan (23), warga Jalan Sukabangun 2, lorong Sejahtera, Sukajaya, Sukarame, Palembang nekat ‘mengapak’ korban dengan sebilah parang panjang miliknya sendiri telah diamankan.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, sumselupdate.com – Ditanya sepeda motor Vespa kesayangannya hendak dijual, seorang buruh  naik pitam dan lalu menyabetkan parang ke tubuh temannya sendiri, Sabtu (23/5/2022) sekitar pukul 20.30 WIB.

Pelaku adalah Rido Adi Setiawan (23), warga Jalan Sukabangun II, Lorong Sejahtera, Sukajaya, Sukarame, Palembang nekat ‘mengapak’ (menyabetkan) korban dengan sebilah parang panjang miliknya.

Tak pelak, akibat sabetan senjata tajam itu, membuat korban Ilham Ferdiansyah (20), seorang mahasiswa yang tinggal di Komplek Sukabangun Indah Tahap 3, Sukajaya Palembang mengalami luka cukup parah pada bagian kepala belakang.

Kapolsek Sukarame, Kompol Dwi Satya Arian mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di depan kediaman korban.

Berawal dari gurauan korban yang menanyakan apakah motor tersangka mau dijual, Fauzan yang baru pulang kerja pun tersinggung dengan gurauan korban.

“Korban saat itu bertanya kepada tersangka apakah motor Vespa kesayangan milik tersangka dijual atau tidak, tersangka yang baru pulang kerja, menjawab tawaran tersebut dengan kata-kata kasar,”  ungkap dia.

Akibat respon kasar yang dilontarkan tersangka, membuat korban tersulut emosi, hingga membuat keduanya cekcok adu mulut.

“Sempat terjadi keributan saat itu, beruntung banyak warga yang melerai mereka,” jelasnya.

Dwi mengatakan, setelah sempat dilerai korban dan seorang rekannya, beberapa saat kemudian kembali mendatangi tersangka yang sedang membeli rokok di warung.

Biaso bae ngomong tu, gek kau saro kalu di luar (biasa saja kalau bicara, nanti kamu sengsara kalau di luar),” jelas Kapolsek menceritakan kronologi kejadian.

Tidak terima dengan perkataan korban, membuat tersangka kesal dan emosi, dan terjadilah cekcok mulut antara keduanya. Namun saat itu ada warga yang kembali melerai mereka.

“Saat itu tersangka Rido pulang ke rumah dan mengambil senjata tajam yang ada di bawah lemari, lalu kembali menemui korban” ucapnya.

Saat bertemu dengan rekan korban, tersangka langsung turun dari motor dengan memegang parang.

“Namun saat itu Fauzan memegangi tangan tersangka yang akhirnya membuat parang tersebut terlepas,” terang Dwi.

Kemudian korban yang berusaha mengambil parang yang terlepas tersebut, akan tetapi tersangka berhasil lebih dulu mengambil senjata tajam itu.

“Lalu tersangka langsung mengayunkan parang itu ke arah korban tepat mengenai bagian kepala belakang yang mengakibatkan luka dan bersimbah darah,” jelas Kapolsek Sukarame.

Akibat peristiwa itu, korban melaporkan pelaku ke Polsek Sukarame dan Unit Satreskrim Polsekta Sukarame dengan cepat mengamankan pelaku di kediaman.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti sebilah parang panjang milik tersangka, dan pakaian milik korban.

“Kita kenakan pasal 351 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman kurungan minimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Saat digiring unit satreskrim Polsekta Sukarame, Rido tidak henti-hentinya menangis hingga tersedak-sedak menyesali perbuatannya.

Bahkan saat press realese ungkap kasus di Mapolsekta Sukarame Palembang, Rido yang terus menangis, sempat berlutut di depan Kapolsek Sukarame Palembang Kompol Dwi Satya Arian.

“Maaf pak, aku ini orang baik, di rumah maupun di luar saya tidak pernah bertingkah. Kejadian itu saya dibisiki setan,” ungkap dia.

Dalam pengakuan Rido, ia khilaf melakukan pembacokan terhadap korban lantas tersinggung dengan ucapan korban.

“Sumpah pak, akuni wongnyo dak banyak tingkah di rumah, aku khilaf nian bacok dio (korban –red),” ungkapnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts