Film Mulan Panen Kecaman Hingga Ancaman Boikot, Isu Uighur?

Rabu, 9 September 2020
Gala Premiere Mulan

Hongkong, Sumselupdate.com – Disney mendapat kecaman karena menggelar syuting film “Mulan” di beberapa wilayah China yang diduga lokasi kasus pelanggaran hak asasi manusia serius.

Kritik juga merujuk ucapan terima kasih tertulis di penghujung film baru itu kepada badan keamanan pemerintah di Provinsi Xinjiang. Di wilayah itu diperkirakan satu juta orang ditahan. Mayoritas dari mereka diyakini merupakan Muslim Uighur.

Read More

Selain itu, film “Mulan” juga diboikot karena pemeran utamanya mendukung tindakan keras pemerintah China terhadap para pengunjuk rasa di Hong Kong.

Hingga berita ini disusun, Disney belum mengomentari berbagai kecaman tersebut.

China mengklaim kamp penahanan di Xinjiang mereka perlukan untuk meningkatkan keamanan domestik.

“Mulan” yang bergenre laga merupakan salah satu film terbesar yang dirilis tahun 2020 di tengah pandemi virus corona. Ini merupakan film yang dibuat ulang dari film animasi tahun 1998.

Kisah “Mulan” berfokus pada seorang gadis muda yang menggantikan tugas kemiliteran ayahnya.

Senin (7/9), warganet ramai membicarakan kredit film yang memuat ucapan terima kasih kepada sejumlah entitas pemerintah China di Xinjiang.

Biro keamanan publik di kota Turpan dan Departemen Publisitas Komite Wilayah Otonomi Uyghur BPK Xinjiang termasuk yang disebut dalam kredit itu.

Menurut akademisi yang meneliti China, Adrian Zenz, biro keamanan publik di Turpan bertugas menjalankan kamp-kamp “pendidikan ulang”. Kamp itu diyakini tempat penahanan orang-orang Uighur.

Adapun “Departemen publisitas” yang disebut oleh Disney, bertanggung jawab untuk memproduksi propaganda negara di wilayah tersebut, kata Zenz.

Diperkirakan ada sekitar satu juta orang Uighur telah ditahan secara paksa di kamp penjara dengan keamanan tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Dokumen dan kesaksian yang dibocorkan para penyintas kamp mengungkap bahwa para narapidana dikurung, diindoktrinasi dan dihukum. Otoritas China menanggap kesaksian itu sebagai `berita palsu`.

Pada 2018, penelusuran BBC menemukan bukti adanya sebuah kompleks keamanan yang dibangun di sebuah gurun di Xinjiang.

Adrian Zenz menggambarkan Disney sebagai “perusahaan internasional yang mengambil keuntungan di bawah bayang-bayang kamp konsentrasi”.

Kongres Uygar Dunia mengunggah cuitan di Twitter, “dalam film Mulan yang baru, Disney berterima kasih kepada biro keamanan publik di Turpan, yang telah terlibat dalam kamp-kamp penawanan di Turkistan Timur.”

Aktivis Shawn Zhang juga mengkritik Disney. Dia menulis, “Berapa ribu orang Uighur yang sudah dimasukkan ke dalam kamp oleh Biro Keamanan Publik Turpan ketika film Mulan direkam di sana?”

Turpan adalah tempat “kamp pendidikan ulang” pertama bagi perempuan Uighur yang berjilbab dan pria berjanggut ditahan, menurut Zenz.

Biro keamanan publik juga disebutnya bertanggung jawab dalam mengelola pembangunan kamp dan mengerahkan polisi untuk mengaturnya.

Zenz berkata, bukti paling awal pekerjaan “pendidikan ulang” orang Uighur di Turpan dilakukan sejak Agustus 2013.

Pada bulan Juni, Zenz mengeluarkan laporan yang mengungkap bukti bahwa China memaksa wanita Uighur menjalani sterilisasi atau dipasangi alat kontrasepsi.

China membantah tuduhan itu. Mereka menyatakan tengah memerangi `tiga kekuatan jahat` di Xinjiang, yaitu separatisme, terorisme, dan ekstremisme.

Otoritas China berkata, kamp-kamp itu adalah sekolah sukarela untuk pelatihan antiekstremisme.

Pada 2017, sutradara Mulan, Niki Caro, mengunggah foto di Instagram dari ibu kota Xinjiang. Tim produksi film itu juga mengatakan kepada majalah Architectural Digest bahwa mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan di Xinjiang untuk meneliti lokasi pembuatan film. (adm3/vvn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts