Jakarta, Sumselupdate.com – Induk Organisasi sepakbola dunia (FIFA) telah mencabut sanksi atas Indonesia. Namun PSSI kini banyak memiliki pekerjaan rumah. Di antaranya adalah dengan terlebih dahulu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat Surat Keputusan Pembekuan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta sanksi dari FIFA terkait intervensi dari pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan, dalam diskusi di Tebet, Jakarta, Sabtu 14 Mei 2016.
Sebagaimana dikutip dari Vivanews.co.id, sejak SK pembekuan pada 17 April 2015 dan sanksi dari FIFA 30 Mei 2015, sepakbola Indonesia terpinggirkan dari dunia Internasional. Ada sejumlah event Internasional yang tidak bisa diikuti seperti Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019.
Dampaknya tidak hanya diskualifikasi, tapi ternyata PSSI juga dibebankan oleh utang kepada beberapa pihak yang sebelumnya sudah mengikat kontrak.
“Kami telah kehilangan event-event penting. Dan yang paling utama adalah utang PSSI kepada pihak ketiga (sponsor), selama pembekuaan yaitu lebih dari satu tahun. Semoga PSSI bisa bermain sepakbola lagi,” kata Aristo.
Setelah sanksi dicabut tersebut, agenda PSSI terdekat adalah kongres tahunan yang rencananya akan digelar pada 1 Juni mendatang.
Seperti diketahui, federasi sepak bola internasional (FIFA) secara resmi mencabut sanksi penangguhan terhadap Indonesia. Kepastian itu disampaikan secara langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino saat kongres tahunan ke-66 FIFA di Meksiko, yang digelar 12 – 13 Mei tersebut.
Sebagaimana dilaporkan oleh SindoNews, pencabutan sanksi penangguhan terhadap Indonesia dilakukan beberapa saat sebelum kongres digelar. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah FIFA mendapat surat dari pemerintah Indonesia. (adm3)











