Fadel Minta BPK Tidak Hanya Memeriksa Tapi Juga Memberi Penyuluhan

Rabu, 8 November 2023

Padang, Sumselupdate. com- Wakil Ketua MPR RI dari Kelompok DPD Prof. Fadel Muhammad menyayangkan banyaknya temuan penyelewengan penggunaan keuangan negara, berdasar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Apalagi, penyelewengan terjadi akibat ketidak patuhan pejabat terhadap aturan yang berlaku. Sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah yang tidak kecil.

Karena itu ke depan, Fadel berharap BPK tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan keuangan negara. Tetapi juga melakukan penyuluhan kepada pemda, agar bisa meningkatkan kemampuan dalam penggunaan maupun sistem pelaporan keuangan negara.

Read More

“Tugas BPK harus ditambahkan, tidak hanya memeriksa, tetapi juga memberikan penyuluhan, agar kedepannya semakin baik, dan mempersempit potensi kesalahan.

Sama seperti yang dulu saya lakukan sebagai gubernur, saat itu saya bekerja sama dengan BPK, memberi penyuluhan kepada aparat pemerintah agar lebih baik dalam menggunakan dan menyampaikan sistem pelaporan keuangan negara.

Karena alasan itu, saya mendapatkan penghargaan BPK Award,” ujar Fadel Muhammad usai mengikuti pertemuan dengan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Barat.

Pertemuan dilaksanakan dalam rangka Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI dengan BPK perwakilan Sumbar di Aula BPK Provinsi Sumatera Barat, Selasa (7/11/2023).

Ikut hadir pada acara tersebut Wakil ketua Komisi IV DPD RI Dra. Hj. Elviana, M. Si dan Fernando Sinaga, S.Th serta para Anggota Komisi IV DPD RI. Sedangkan dari pihak BPK, hadir Arif Agus, Kepala Perwakilan BPK Sumbar, beserta koleganya.

Menurut Fadel, penambahan kemampuan dalam hal pemakaian dan pencatatan keuangan negara sangat urgen. Agar tidak ada lagi kesalahan akibat ketidak patuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Dan bangsa Indonesia tetap memiliki uang yang cukup melakukan pembangunan.
“Pasca kasus Achsanul Qosasi, BPK mengalami goncangan cukup besar. Kasus itu sangat memprihatinkan, tetapi BPK tidak boleh terpuruk, harus segera bangkit, salah satunya berkontribusi meningkatkan kemampuan pejabat negara,” kata Fadel.

Sebelumnya Arif Agus SE, Kepala Perwakilan BPK Sumbar, mengatakan berdasar hasil audit, penyelewengan terhadap keuangan negara sangat memperhatikan. Sebab, pasca covid-19, penyelewengan keuangan semakin banyak terjadi, baik kualitatif maupun kuantitatif. Bahkan ada dua provinsi yang turun derajat, karena gagal mempertahankan predikat WTP. Ini terjadi karena kepala daerahnya terjerat kasus pidana korupsi.

Agus mengakui, pemeriksaan yang dilakukan BPK lebih teliti dan akurat, sehingga temuan yang didapat semakin besar. Itu terjadi karena adanya penambahan tenaga auditor disepanjang tahun 2022, mencapai 30 persen.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts