Evaluasi Transformasi Perbankan Digital Dalam Upaya Meningkatkan Literasi M-Banking Bagi Populasi Lansia

Sabtu, 3 Mei 2025
Ilustrasi. Sumber foto: https://heylaw.id/blog/digital-banking

Penulis : Aryanti MM, Syanita Amelia, Safa Parasastia, Della Susanti

Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Raren Fatah Palembang

Abstrak

Digitalisasi dan inovasi teknologi seperti M-banking dan juga mengadopsi blockchain menyebabkan perkembangan yang sangat pesat dalam dunia perbankan di Indonesia. Namun sayangnya golongan Masyarakat seperti lansia masih berhadapan dengan tantanagan untuk mengakses kemajuan perbankan ini yang diakibatkan oleh beberapa factor seperti factor fisik dan rendahnya literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode studi Pustaka dengan pendekatan deskriptif kulitatif untuk menganalisa apa tantangan dan strategi yang diperlukan perbankan agar dapat meningkatkan edukasi perbankan pada golongan lansia.

Kata Kunci: transformasi digital perbankan, literasi digital lansia, mobile banking, edukasi perbankan, keamananan digital.

Pendahuluan

Perkembangan perbankan di Indonesia menunjukan pertumbuhan yang positif, didorong oleh digitalisasi, kebijakan moneter, dan dukungan terhadap sektor UMKM serta properti. Perbankan semakin mengangkat  teknologi untuk meningkatkan kapasitas  serta menghadirkan layanan yang lebih baik untuk  nasabah. Digitalisasi perbankan di Indonesia berkembang pesat dengan hadirnya mobile banking dan internet banking.

Hampir seluruh bank di Indonesia sudah mempunyai aplikasi mobile banking yang kemungkinan ada beberapa nasabah yang ingin melakukan transaksi melalui digitalisasi yang lebih maju seperti handphone.

M-banking semakin banyak di gunakan di Indonesia dan telah menjadi alternatif baru dalam kegiatan transaksi keuangan seperti pembayaran tagihan, pembelian produk serta jasa, dan transaksi keuangan.

Sejumlah bank yang di Indonesia telah memulai menggunakan aplikasi blockchain untuk mempercepat kapasitas dan keamanan melakukan transaksi. Namun, perbankan juga menghadapi berbagai  rintangan, serta pesaingan yang semakin ketat serta resiko keaman siber yang semakin tinggi.

Transformasi digital perbankan diera Society 5.0 memberikan kemudahan bagi nasabah, namun dapat menjadi tantangan bagi lansia dalam mengakses layanan seperti ATM dan m-banking akibat keterbatasan fisik atau kurangnya pemahaman teknologi.

Kelompok lansia merupakan kelompok yang paling sedikit menggunakan teknologi digital. Salah satu penyebabnya adalah ketimpangn antar generasi karena kurangnya keahlian untuk mengakses berbagai macam informasi melalui teknologi digital.

Oleh karena itu, kalangan lansia cenderung mengalami gagap teknologi yang lebih besar dibandingkan dengan  generasi  remaja.

Beberapa bank di Indonesia biasanya memiliki layanan customer service yang bisa membimbing nasabah, tercakup juga nasabah golongan lasnia dalam menyelesaikan masalah atau juga mendapatkan informasi mengenai layanan perbankan.

Dengan menghadirkan tim khusus untuk menyediakan dampingan kepada nasabah lansia dalam penggunaan perbankan. Dengan begitu, lansia juga bisa mengakses layanan perbankan seperti menabung, atau menarik uang. Sejumlah bank juga mengajukan edukasi pelatihan supaya mereka bisa lebih memahami layanan digital. Dukungan dari bank, masyarakat, dan keluarga sangat penting untuk memastikan lansia dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi Pustaka dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif kualitatif adalah suatu metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan sumber data yang berasal dari  berbagai jenis sumber referensi seperti buku, jurnal, artikel dan jenis homepage lainnya yang dapat diakses untuk melengkapi hasil penelitian ini dengan jelas.

Pembahasan

Meskipun apliksi mobile banking sangat bermanfaat bagi nasabah  namun masih ada yang belum memiliki aplikasi tersebut contohnya adalah nasabah yang telah lansia masalah inilah yang menjadi tantangan untuk memberikan perhatian dalam menggunakan dan bagaimana cara penggunaan mobile bangking itu. Karena yang terjadi saat ini kurangnya ketertarikan atau kurang pemahaman, serta kurangmya pengetahuan dalam menggunkana m-banking.

Pada dasarnya nasabah butuh arahan dan ajakan agar dapat tertarik menggunakan aplikasi m-banking, untuk mengetahui bagaimana perhatian nasabah terhadap layanan m-banking terutama pada lansia. Adapun beberapa tantangan atau masalah yang sering menjadi penghabat bagi lansia:

Keterbatasan fisik seperti perubahaan penurunan pada penglihatan maupun pendengaran sehingga sulit memahami teknologi dan memproses informasi karena gangguan ingatan yang muda lupa.

Adanya rasa khawatir yang berlebihan mengenai keamanan lewat teknologi pada masa sekarang

Tidak adanya rasa ingin mencoba hal baru karena terbiasa dengan sesuatu yang telah dilakukan sejak zaman dulu.

Namun dibalik tantangan itu terdapat beberapa cara yang cukup efektif untuk mendekatkan teknologi ini kepada para nasabah lansia, berikut strategi pemasaran uang mungkin dilakukan bank:

Untuk mengatasi ke khawatiran akan keamanan digital dan rendahnya literasi digital, bank perlu sosialisasi dan edukasi serta pendamping secara efektif. Misalnya pihak bank mengadakan kelas langsung untuk lansia untuk pelatihan digital, memberikan tutorial sederhana dikantor cabang, serta membuat video atau pun browser dengan panduan langkah menggnakan bahasa yang mudah dipahami bagi lansia.

Memberikan edukasi tentang cara menghindari penipuan online atau phishing. Memperkuat kepercayaan terhadap keamanan dengan menggunakan verifikasi kata sandi yang aman dan mudah di ingat. Jaminan keamanan yang harus meyakinkan lansia bahwa transaksi mereka aman dengan menyediakan fitur otentik dua langkah yang mudah digunakan.

Pendekatan personal dengan pelayanan yang ramah dan sabar saat melakukan edukasi memperkuat rasa percaya terhadap nasabah yang menyesuaikan kebutuhan mereka dan dukungan customer service yang lebih responsive untuk membantu lansia ketika mengalami kesulitan.

Melakukan kerja sama pada pihak yang dapat nasabah percayai sebagai pendamping selama masa pengenalan teknologi seperti kerabat yang tentunya memahami mengenai teknologi m-banking.

Melakukan simulasi penggunaan m-banking dalam kehidupan sehari-hari edukasi mengenai beberapa hal yang dapat menjamin adanya pertolongan jika kemungkinan terjadinya kerugian yang tidak diinginkan.

Melakukan promosi yang tepat menggunakan media yang sering digunakan oleh lansia seperti televisi. Ceritakan bagaimana nasabah lain sukses dalam menggunakan m-banking serta tawarkan berbagai program promosi untuk mendorong para nasabah seperti melakukan diskon untuk transaksi pertama atau untuk transaksi tertentu.

Kesimpulan

Digitalisasi dalam perbankan memberi banyak manfaat namun menghadirkan juga beberapa tantangan bagi lansia karena kesulitan dalam mengakses layanan perbankan seperti M-banking yang disebabkan oleh beberapa faktor utama yang sering menjadi hambatan seperti keterbatasan fisik, rasa khawatir pada keamanan digital, dan rendahnya rasa minat untuk mengakses digital baru yang lebih modern. Perbankan harus mengembangkan strategi  untuk mengatasi  masalah ini contohnya seperti menghadirkan edukasi yang mudah dipahami dan meningkatkan keamanan transaksi yang diharapkan lansia dapat merasakan manfaat dari perkembangan ini tanpa merasa khawatir ataupun terbebani. (**)

DAFTAR PUSTAKA

Muhammad, A. (2023). Analisis SWOT Transformasi Digital pada Lansia dalam Penggunaan Jasa Perbankan di Indonesia Era Society 5.0. Jihbiz: Global Journal of Islamic Banking and Finance, 5(1), 79-91.

Nicholas, N., Sinaga, H. D. E., & Rezeki, S. (2023). ANALISIS PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN, PENGETAHUAN TEKNOLOGI, KEPERCAYAAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNA MOBILE BANKING DENGAN MEDIASI ANIMO TRANSAKSI. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Manajemen, 8(3), 724-740.

Nisa, U., Nisak, C. L. C., & Fatia, D. (2023). Literasi Digital Lansia Pada Aspek Digital Skill dan Digital Safety. Jurnal Komunikasi Global, 12(1), 143-167.

Puspita, D., & Nasution, MLI (2025). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah dalam Menggunakan Mobile Banking di BSI KC Binjai. Jurnal Publikasi Manajemen Informatika , 4 (2), 01-06.

Sarbani, Y. A., Mulyati, H., & Astuti, S. I. (2024). Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme: Pendekatan Pembelajaran untuk Meningkatkan Resiliensi Para Imigran Digital. Scriptura, 14(1), 72-81. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts