Enam Terdakwa Kasus TPPU LinkAja BRI Dijatuhi Vonis Empat Tahun Bui

Suasana sidang TPPU LinkAja Bank BRI dengan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah, SH. MH di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (8/10/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Enam terdakwa perkara transfer dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang memanfaatkan lemahnya sistem pengamanan melalui akun virtual LinkAja Bank BRI, masing-masing divonis pidana empat tahun bui oleh majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah, SH. MH.

Vonis terhadap enam terdakwa ini digelar dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (8/10/2020).

Bacaan Lainnya

Keenam terdakwa tersebut adalah Ahmad Imaduddin (23), Erik Kantona (24), Wais Al-Qorni (27), Loreno Gresyia (31), Mentari Suryani (26), dan Derli (23).

Keenamnya  dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indahyati, SH ke hadapan majelis hakim melalui sidang virtual.

Dalam putusan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indiyanti yakni dengan hukuman yang berbeda pada sidang minggu lalu.

“Dengan ini menyatakan bahwa keenam terdakwa (berkas terpisah) terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyebabkan kerugian kepada Bank BRI, mengadili masing-masing terdakwa dengan pidana empat tahun penjara,” ujar Abu Hanafiah.

Sebelum mengetuk palu tanda ditutupnya sidang majelis hakim memberikan waktu kepada keenam terdakwa bersama kuasa hukumnya dan jaksa penuntut umum (JPU) satu minggu untuk menerima, pikir-pikir atau banding.

Sebelumnya, dalam tuntutannya, JPU menilai keenam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana dua pasal sekaligus.

Para terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Undang Undang ITE serta Undang Undang Tindak Idana Pencucian Uang yakni Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 8ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 3 atau 5 UU nomor 8 tahun 2010.

“Menuntut lima terdakwa dengan dipidana penjara selama 1,5 tahun, sementara terdakwa Derli sebagaimana perbuatannya dituntut dipidana penjara selama dua tahun,” terangnya.

Dalam dakwaan, perbuatan para terdakwa terjadi pada Desember 2019 silam, adapun modus yang dilakukan memanfaatkan kesalahan sistem pada Bank BRI yang menyebabkan nasabah yang bertransaksi Top Up LinkAja melalui BRIVA BRI di ATM/CRM BRI dana di rekeningnya tidak berkurang.

Hal tersebut mengakibatkan saldo terdebit dari transaksi Top Up Link Aja melalui BRIVA ATM menjadi ter-reversal.

Mengetahui hal itu secara bertahap masing-masing terdakwa melakukan transaksi pencairan uang tanpa mengurangi saldo rekening dari akun virtual LinkAja Bank BRI ke beberapa ATM di kota metropolis Palembang seperti ATM Bank BRI di Supermarket JM Plaju.

Kemudian, ATM Bank BRI di Indomaret OPI Palembang, PLG-Indomaret Bagus, IDM Bagus Kuning, PLG-PD Keramik Indah, SPBU 23.306.23, Tribun Sumsel, JM Kenten, RS Azzahra, BRI KCP Sako, Pempek Patiko, dan BRI Unit Sudirman KM12.

Akibat perbuatan para terdakwa tersebut Bank BRI dalam dakwaan yang terpisah tersebut diduga mengalami kerugian total Rp1.1 miliar lebih, dengan rincian untuk terdakwa Ahmad Imaduddin diduga menggasak Rp15.5 juta.

Terdakwa Derli dan Erik Kantona Rp946 juta dan terdakwa Wais Al-Qorni, Mentari Suryani, dan Loreno Gresyia sebesar Rp175 juta. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.