Empat Orang ASN Pemkab Ogan Ilir Plus Satu Orang Tukang Bentor Diamankan BNNK

Inderalaya, Sumselupdate.com – Empat orang oknum ASN yang bekerja di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir bersama satu orang tukang bentor yang juga tenaga kerja sukarela (TKS) diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir usai menggunakan zat ampetamin alias shabu-shabu.

Keempat oknum ASN tersebut di antaranya RF (33) pernah memakai narkoba pada tahun 2012, sempat berhenti namun kembali aktif lagi sebagai pemakai rutin sejak satu tahun terakhir. Selanjutnya RS (30) baru aktif sebagai pemakai satu bulan terakhir, rutin seminggu satu kali.

Bacaan Lainnya

Kemudian, EP (39) baru aktif pemakai satu bulan terakhir rutin satu hingga dua seminggu dan FH (34) baru aktif memakai dalam satu bulan terakhir rutin pemakaian satu hingga dua dalam seminggu.

Sayangnya, pihak BNNK Ogan Ilir belum bisa memberikan keterangan keempat oknum ASN tersebut saat ini aktif di dinas atau OPD mana saja di Pemkab Ogan Ilir. Namun diduga oknum ASN tersebut bekerja di BPKAD, Bapeda, dan kelurahan.

Selain keempat oknum ASN tersebut juga mengamankan satu orang tukang bentor yang juga TKS di Dishub Ogan Ilir berinisial BR (29) yang aktif sebagai pemakai sejak tahun 2014 hingga sekarang. Dari hasil tes urine yang dilakukan semuanya positif sebagai pengguna shabu.

Kasi Berantas BNNK Ogan Ilir Kompol Jhon Lee didampingi Kasi rehabilitasi, Naris Dwi Lestari, dan Kasubag Umum, Zainal Arifin mengatakan, pada Selasa (24/9) pihaknya mendapatkan informasi jika di salah satu rumah yang berada di Komplek Jamal, Rumah Susun Bhakti Guna, Palembang sering dijadikan lokasi pesta narkoba.

Barang bukti yang berhasil diungkap.

 

Atas laporan tersebut BNNK langsung melakukan olah TKP dan ternyata benar saat itu terdapat dua orang oknum ASN usai pesta narkoba. Kemudian dilakukan penggeledahan, hasilnya didapati barang bukti berupa alat isap shabu.

“Selang beberapa waktu kemudian satu orang tukang bentor datang ke TKP dan langsung diamankan saat itu. Kemudian, datang lagi dua orang oknum ASN lainnya,” kata Kompol Jhon Lee, Rabu (25/9/2019).

Kini para pelaku telah diamankan dan digelandang ke BNNK Ogan Ilir berikut barang bukti untuk diwajibkan rehabilitas.

Dijelaskan Jhon Lee, para pelaku diwajibkan untuk direhabilitasi dan tidak dikenakan sanksi pidana karena pelaku hanya merupakan korban penyalahgunaan narkoba saja.

Maksimal rehabilitasi yakni selama tiga bulan. Sementara dari pihak keluarga pelaku meminta kiranya direhabilitasi di IPWL Pagar Alam.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati OI H Ilyas Panji Alam, belum berhasil dikonfirmasi atas ulah oknum ASN tersebut. (hen)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.