Dunia Menanti Aksi Aung San Suu Kyi

Rabu, 23 November 2016

Naypyidaw, Sumselupdate.com – Negara bagian Rakhine di Myanmar kembali memanas. Pemicunya adalah serangan kelompok bersenjata terhadap tiga pos perbatasan yang terjadi pada 9 Oktober lalu.

Sebanyak sembilan aparat kepolisian tewas sementara delapan anggota kelompok bersenjata itu pun turut menjadi korban jiwa. Meski tidak secara langsung menuding para pelaku adalah warga Rohingya, namun otoritas setempat menjelaskan ciri-ciri yang mengarah pada etnik tersebut.

Read More

Mereka mengatakan para pelaku penyerangan berbicara bahasa Bengali. Peristiwa penyerangan ketiga pos perbatasan tersebut dianggap sebagai kekerasan terparah sejak serangkaian bentrokan komunal yang terjadi antara warga muslim Rohingya dengan penduduk Rakhine yang beragama Buddha.

Operasi militer pun diberlakukan di sejumlah wilayah di Rakhine. Tujuannya untuk membersihkan area itu dari kelompok bersenjata. Namun yang belakangan muncul adalah tudingan kesewenang-wenangan pihak militer, yakni berupa pemerkosaan dan pembunuhan warga sipil Rohingya.

Militer mengklaim telah menewaskan puluhan orang yang mereka sebut berusaha melakukan penyerangan dengan berbekal berbagai senjata seperti parang dan kayu. Sebagian besar pihak meragukan penjelasan tersebut. (pto)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts