Dugaan Korupsi Lapangan Bola, JPU Tuntut Paradis Aktor Intelektual 3 Tahun Bui

Suasana persidangan

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Empat Lawang Iwan Setiadi SH, menuntut empat terdakwa dugaan korupsi pembangunan fasilitas lapangan sepakbola di Empat Lawang.

Adapun Terdakwa Paradis dituntut 3 tahun penjara untuk ketiga terdakwa
lainnya hanya dituntut 1 tahun penjara.

Read More

Dalam bacaan tuntutannya JPU mengatakan, para terdakwa terbukti bersalah terlibat dalam tindak pidana korupsi fasilitas lapangan sepakbola.

“Dengan pertimbangan memberatkan tindak pidana korupsi telah menimbulkan kerugian negara Rp 279 juta dan tidak mendukung upaya pemerintah memberantas tindak pidana korupsi. Adapun, pertimbangan meringankan terdakwa ada yang mengakui perbuatannya hingga ada yang mengembalikan kerugian negara,” ungkap JPU dalam bacaan tuntutan di hadapan Majelis Hakim Sahlan Effendi, SH, MH.

Ia juga mengatakan, untuk para terdakwa terbukti sah melakukan tindak pidana korupsi.

“Untuk terdakwa 1 Paradis dituntut pidana kurungan penjara selama 3 tahun, sementara terdakwa 2 Bastari, terdakwa 3 Said dan terdakwa 4 Arief Budiman dituntut selama 1 tahun,” katanya.

JPU juga membebani terdakwa Paradis dengan denda Rp 50 juta atau 3 bulan kurungan, lalu pidana tambahan uang pengganti terdakwa Paradis Rp 279 juta, atau harta benda disita dan apabila tidak mencukupi diganti pidana kurungan selama 2 tahun. Kemudian terdakwa Bastari Rp 3 juta, terdakwa Said Rp 1,5 juta, serta terdakwa Arief Budiman Rp 3 juta.

Dikonfirmasi Usai sidang JPU Empat Lawang, Iwan Setiawan, menyampaikan, untuk terdakwa Paradis pihaknya menuntut 3 tahun penjara karna menurut JPU terdakwa aktor intelektual.

“Ada juga keterangan saksi lain mendukung kerangka perkara ini. Bahwa Paradis ini mengkoordinir terdakwa 2, 3 dan 4. Paradis mengatakan nanti ada bantuan hibah dari Kemenpora, syaratnya bikin proposal, pokoknya ikuti saja semua administrasi saya terdakwa 1 Paradis dan Bembi yang akan mengurusnya,” kata JPU.

Setelah selesai tanda tangan kontrak terdakwa 2, 3 dan 4 ini, mengetahui uang masuk ke rekening desa lalu cair, Paradis menghubungi agar uang itu Rp 160-190 juta ditarik perdesa, dengan total Rp 480 juta.

“Satu desa ditarik Rp 190 juta tiga desa diambil sama Paradis, dia yang menyiapkan tukang, material dan yang membayar. Dari proyek ini, terdakwa diberi keuntungan, terdakwa 2 dikasih Paradis Rp 3 juta, terdakwa 3 itu Rp 1,5 juta dan terdakwa 4 itu 3 juta. Jadi kami berpendapat bahwa tidak layak terdakwa 2,3 dan 4 ini menanggung beban kerugian perdesa itu,” tegas JPU. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.