Dugaan Korupsi Dana BOS, Sambil Menangis Terdakwa Nurmala Dewi Akui Kesalahan

Palembang, Sumselupdate.com – Sambil menangis terdakwa mantan Kepsek SDN 79 Palembang, Nurmala Dewi dugaan kasus korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengakui kesalahan di hadapan Majelis Hakim yang diketahui Mengapul Manalu, SH, MH di PN Tipikor Palembang, Rabu (1/12/2021)

Pada sidang ini dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa yang dihadirkan langsung di persidangan, terdakwa Nurmala Dewi mengaku, uang dana BOS terutama BOS nasional senilai Rp373 juta pada triwulan kedua telah dibelanjakan untuk keperluan sarana dan prasarana SDN 79 Palembang.

Read More

“Namun ada sebagian uang senilai Rp66 juta diambil oleh bendahara sekolah Jumiah dan Yulianiza, dibayarkan untuk menutupi keperluan sekolah sebelum dana BOS itu cair,” ungkapnya

Saat dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Hendy Tanjung, SH, apakah bukti laporan terkait pengeluaran uang Rp66 juta itu ada, yang dijawab terdakwa tidak ada.

“Karena sudah jadi kebiasaan Pak guna menutupi biaya operasional sekolah, bendahara menawarkan diri untuk meminjamkan uangnya terlebih dahulu, dan akan dibayar saat dana BOS itu dicairkan,” jelas Nurmalah Dewi.

Majelis hakim pun kembali mempertanyakan, apakah hal itu memang tercantum di dalam juknis dana BOS terutama untuk pembayaran uang yang dipinjam terlebih dahulu, yang dijawab oleh terdakwa tidak ada, hanya inisiatif bendahara saja.

Fakta lain yang terungkap di persidangan juga, terdakwa mengaku terhadap Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dana BOS tersebut ia buat sendiri, tanpa dilampirkan bukti-bukti berkas, seperti kwitansi pengeluaran dana BOS.

Terlebih, di persidangan terdakwa mengaku tidak mengetahui batas kewenangan dirinya yang hanya sebagai Plh Kepsek SDN 79 Palembang, yang saat itu harusnya terdakwa berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Diknas Kota Palembang, terhadap pencairan dana BOS.

“Saya menyesal Pak, saya akui saya salah, tapi itu semua untuk kepentingan pihak sekolah,” kilah terdakwa sembari menangis di hadapan majelis hakim.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa majelis hakim, memberikan waktu dua Minggu kepada JPU Kejari Palembang guna menyusun tuntutan pidana terhadap terdakwa.

Usai sidang, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Cik Ujang, SH enggan berkomentar di hadapan awak media.

Sementara, JPU Hendy Tanjung, SH mengatakan keterangan terdakwa tersebut telah sesuai dengan dakwaan penuntut umum, bahwa terdakwa mengakui adanya manipulasi SPJ triwulan kedua dana BOS tersebut.

“Kita akan segera menyusun tuntutan pidana, maka dari itu kita minta waktu dua Minggu,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.