Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Dua warga Kota Lubuklinggau yakni, M Ravi Adrian (22) dan Rian Ariadi (23) turut menjadi penumpang dalam pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang diduga jatuh di perairan Laut Karawang, Provinsi Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Usai mendapat kabar tersebut, kedua orangtua korban dari Bandara Silampari, Kota Lubuklinggau langsung menuju Jakarta untuk mendapatkan informasi selanjutnya. Informasi didapat, kedua korban turut menyaksikan pertandingan pertandingan sepakbola U 19 antara Indonesia dan Jepang di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta sehari sebelumnya.
Korban pertama M Ravi Adrian, merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Epi Komar dan Yeni, warga Jalan Kaswari, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II diketahui bekerja di perusahaan ekspedisi pengiriman di Pangkal Pinang.
Fikri (45), paman korban menuturkan, dia pertama kali mendapat informasi subuh tadi dari orangtua korban. Informasi itu diperkuat dengan menonton berita di televisi yang menginformasikan bahwa pesawat Lion Air JT 610 jatuh di sekitaran perairan Karawang. “Kami cari informasi dan minta bantuan keluarga di Jakarta, ternyata benar nama M Ravi Adrian turut berangkat dalam pesawat itu. Kalau tidak salah pesawat itu jadwal pertama terbang ke Pangkal Pinang. Kami masih berharap berita baik,” harapnya.
Menurutnya, keponakannnya itu bekerja diperusahaan ekspedisi pengiriman di Pangkal Pinang. Kebetulan berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang bersama temannya. “Mereka sama-sama berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang,” tuturnya.
Kemudian korban kedua yakni Rian Ariadi (23), merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Abdurahman dan Yatini. Korban diketahui bekerja di perusahaan timah di Bangka sejak 6 bulan lalu. “Sekitar pukul 12.00 kemaring temannya datang ke sini ngasih kabar, lalu kami nonton berita di televisi. Dia memang sering ke Jakarta karena disuruh bosnya atau berangkat sendiri,” kata Yatini, ibu korban.
Dia mengaku, terakhir komunikasi dengan anaknya Rian malam kemarin melalui sms (short massage service). Dalam percakapan pesan singkat itu, Rian mengabarkan sedang nonton petandingan sepakbola U 19 antara Indonesia dan Jepang di GBK, Jakarta.
“Malamnya Rian masih mengirim SMS dengan adiknya paling kecil, ngasih tau kalau lagi nonton bola. Lalu adiknya jawab, ayahnya juga sedang nonton bola di TV. Terus melalui SMS juga saya tanya kenapa Rian jarang nelpon, dia jawab memang sedang sibuk pekerjaan,” tuturnya.
Yatini menuturkan, anaknya terakhir pulang ke Lubuklinggau lebaran haji kemarin. Saat pulang itu tidak banyak cerita macam-macam, hanya menceritakan tentang pekerjaannya. “Dia merasa nyaman dengan pekerjaannya. Makanya dia ingin berangkat kerja lagi,” ungkapnya.
Lebih dalam ibunya menceritakan, keseharian Rian merupakan anak baik dan suka bermain bola serta futsal. Dia memiliki idola klub sepak bola Barcelona. Pada September kemarin adalah ulang tahun adiknya, dia sempat nelpon dan bertanya adiknya minta dibelikan kado apa. “Kenaikan kelas adiknya nanti, Rian mau belikan sepatu sekolah adiknya yang duduk di kelas 3 SD,” pungkasnya. (and)











