PALI, Sumselupdate.com – Untuk memperingati dua tahun massa kepemimpinan bupati dan wakil bupati PALI Ir. H. Heri Amalindo dan Ferdian Andreas Lacony (HAFAL), Pemkab PALI bekerjasama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI Sumsel) bakal menggelar kerjuaraan daerah (kejurda) seri 1 Road Race championship Bupati PALI Cup 2018.
Pelaksanaan berlangsung selama dua hari yaitu Sabtu sampai dengan Minggu (10-11/3/2018) yang dipusatkan di sirkuit Gelora November komperta Pendopo.
Ketua panitia pelaksana Road Race Kejurda seri 1 IMI Bupati PALI cup, Junaidi Anwar, SE, saat melakukan jumpa pers di kantin Melati komperta Pendopo meminta secara tegas agar masyarakat ataupun pecinta olahraga adu cepat ini, dapat mengindahkan peringatan dan batas penonton yang disediakan panitia.
“Jangan sampai kejadian yang tidak kita inginkan menimpa para penonton, seperti pengalaman kegiatan sebelumnya. Panitia sudah memberi batas aman untuk para penonton, dan kita ketahui betul Road race ini adu kecepatan, dan perlu safty yang betul-betul aman. Panitia menyediakan asuransi hanya untuk pembalap, bukan untuk penonton,” tegas Junaidi pada Jumat malam (9/3/2018).
Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan bahwa, untuk lintasan yang di buat panitia merupakan lintasan non permanen, dengan panjang 800 meter.
“Untuk kesiapan sudah mencapai 90 persen, serta sudah diuji oleh tim dari IMI Sumsel dan dinyatakan siap. Selain itu, kita juga sudah menyiapkan 150 personil keaman dan 35 orang tenaga medis serta dokter, juga kita berkoordinasi dengan dinas Damkar untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, perwakilan dari IMI Sumsel, yang juga sebagai ketua juri dalam Kejurda road race bupati PALI cup tahun 2018, Sandi Yudha Putra, membenarkan untuk kelayakan sirkuit non permanen kabupaten PALI.
“Kita menilai aspal yang digunakan cukup baik, dan kita sudah turun langsung untuk mengujinya. Dan kalau untuk panjang lintasan, standar kejurda itu 1000 meter. Namun di sini kita buat pengecualian, karena mengingat keamanan dari pembalap. Jadi kita tetap mengutamakan Sefty,” terang Sandi.
Selain itu, Sandi juga menjelaskan untuk sistem yang digunakan dalam balapan ini mengadopsi dari Moto GP.
“Kita menggunakan sistem digital, jadi kecurangan pada pembalap sulit dilakukan, dan kita harus menjunjung sportifitas dalam perlombaan,” jelasnya.
Sementara, Bupati PALI yang diwakilkan oleh kepala dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Drs Darmawi, sangat bangga dan menyuport kegiatan seperti ini, agar dapat lebih mengenalkan kabupaten PALI yang baru akan menginjak usia ke-5 tahun ini.
“Sesuai keinginan bupati kita bapak Heri Amalindo, untuk menyetarakan kabupaten kita ini dengan kabupaten lain yang ada di Sumsel. Selain itu kita juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (adj)











