Dua Pekan Air Tak Mengalir, Puluhan Warga Datangi Kantor PDAM Tirta Lematang

Minggu, 19 Agustus 2018
Warga saat mendatangi Kantor PDAM Tirta Lematang Cabang Pendopo.

PALI, Sumselupdate.com – Puluhan warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI mendatangi Kantor Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Tirta Lematang Cabang Pendopo pada Sabtu (18/8) di bilangan Jalan Merdeka Lembah Golf, Kelurahan Handayani Mulia.

Kedatangan puluhan warga ini langsung disambut Kepala Kantor Cabang PDAM Tirta Lematang dan mendapat pengawalan pihak kepolisian dan TNI, dengan maksud menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap pelayanan PDAM yang sudah lebih dari sebelas hari tak kunjung mengalir ke pelanggan.

Read More

“Seharusnya PDAM sudah memahami kondisi di sini (Pendopo-red), kalau memang diperhatikan tidak mungkin dua mesin pompa sampai rusak berbarengan. Kami, masyarakat menilai PDAM tidak serius dan tidak bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada konsumen,” jelas Sofian.

Hal senada juga disampaikan Desi Maizal, salah satu warga yang ikut mendatangi Kantor PDAM Cabang Pendopo tersebut. Dirinya menegaskan agar pihak PDAM dapat menjalankan tuntutan apa yang diminta masyarakat.

“Hal seperti ini sudah sering terjadi, air sering tidak mengalir bahkan sampai seminggu. Tapi, jika diancam masyarakat akan melakukan aksi demo, barulah PDAM mengalirkan air. Sedangkan, untuk pembayaran beban yang dilakukan oleh PDAM ini merupakan beban pembayaran termahal didunia, yakni senilai Rp70.000,” jelasnya.

Selain itu, Desi Maizar juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten PALI untuk dapat secepatnya mengambil alih aset PDAM agar pelayanan pada masyarakat dapat maksimal.

“Baik pemerintah maupun anggota dewan, agar secepatnya aset tersebut (PDAM-red) diambil alih. Kalau sudah dikelola sendiri maka pelayanan terhadap masyarakat akan lebih maksimal,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang PDAM, Rusdi membenarkan jika pasokan air yang didistribusikan ke masyarakat terkendala akibat ada pompa suplay yang rusak dan pihaknya telah melakukan perbaikan. “Saat ini telah selesai perbaikan, namun karena di Talang Ubi ada empat zona, maka pembagian waktu pengaliran juga terbagi,” tuturnya.

“Sedangkan untuk sekali pengaliran satu zona memakan waktu hingga 10 jam, yang terbagi 5 jam penyaluran kepada pelanggan dan 5 jam pengisian bak penampungan. Ditambah lagi bentuk geografis Pendopo yang berbukit menambah hambatan penyuplaian air kepada masyarakat,” pungkasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts