DPR: RUU KIA Pastikan Generasi Penerus Miliki Tumbuh Kembang yang Baik

Rabu, 6 Juli 2022
Anggota DPR RI Rahmad Handoyo

Jakarta, Sumselupdate.com — Anggota DPR RI Rahmad Handoyo menegaskan, DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) sebagai RUU inisiatif DPR.

RUU KIA akan menjadi pedoman bagi negara untuk memastikan generasi penerus bangsa memiliki tumbuh kembang yang baik agar menjadi SDM unggul.

Read More

“RUU KIA menjadi salah satu upaya mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. Sebab, Indonesia berada di urutan ke 5 dunia yang stuntingnya masih tinggi dengan perbandingan 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting. Selain itu, angka kematian ibu juga masih tinggi, dari 100 ribu ibu yang melahirkan ada 300 yang meninggal,” ujar Rahmad di Media Center DPR Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Menurut Rahmad, pemerintah Joko Widodo memberikan perhatian besar terhadap tingginya stunting di Indonesia, bahkan ditargetkan tahun 2024 angka stunting turun hingga 14 persen. Namun, DPR melihat intervensi saja tidak cukup, salah satu solusinya memberikan payung hukum agar kesejahteraan ibu dan anak terjamin.

“Lewat RUU ini, kita ingin memastikan setiap hak ibu dan anak dapat terpenuhi,” kata politisi PDIP tersebut.

Dikatakannya, RUU KIA mengatur cuti melahirkan 6 bulan dan cuti suami 40 hari untuk mendampingi istri melahirkan. Namun, hal ini menuai pro dan kontra dari masyarakat dan pengusaha.

“Aturan cuti adalah langkah kita menyelamatkan masa depan bangsa dengan harapan ibu dapat memberikan ASI eksklusif. Namun, jika ada pihak yang kontra kami hormati dan kami terbuka untuk duduk bersama,” katanya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengapresiasi langkah DPR menginisiasi RUU KIA, karena hal itu menunjukan kepedulian kepada kesejahteraan anak dan ibu dalam bentuk regulasi.

“Saya mendukung DPR, ini adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa kita menciptakan generasi emas. namun, karena ada beberapa regulasi yang mengatur tentang perlindungan anak, saya harap UU ini nanti tidak tumpang tindih,” kata Retno. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts