Incheon, Sumselupdate.com – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) melakukan audiensi dengan Komunitas Muslim Indonesia (KMI) Korea Selatan di Masjid Al Anwar, Incheon Seogu, Kamis (5/2/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah strategis memperkuat jaringan global umat Islam sekaligus membangun kolaborasi konkret antara Indonesia dan Korea Selatan.
Delegasi DPP PUI dipimpin Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Adhe Nuansa Wibisono, didampingi Koordinator PUI Cabang Istimewa Korea Selatan, Iqbal Muharram. Rombongan diterima langsung oleh Presiden KMI Korea Selatan, Hanafi Rohman.
Dalam pemaparannya, Hanafi menjelaskan KMI Korea Selatan merupakan wadah silaturahmi dan dakwah bagi Warga Negara Indonesia Muslim di Negeri Ginseng.
Komunitas ini menaungi sekitar 23 organisasi mushola dan masjid yang tersebar di sejumlah kota, seperti Seoul, Ansan, Daegu, dan Busan.
Ia menyebutkan, dari sekitar 60 ribu WNI di Korea Selatan, sekitar 80 persen di antaranya beragama Islam. Saat ini terdapat 58 masjid dan mushola yang dikoordinasikan KMI di berbagai wilayah, di antaranya Mushola Sirothol Mustaqim di Ansan, PUMITA di Busan, serta Al-Amin dan At-Taubah di Daegu.
“Keberadaan komunitas ini sangat krusial bagi Pekerja Migran Indonesia dan mahasiswa untuk saling menguatkan di tengah status sebagai minoritas Muslim,” ujar Hanafi.
Selain kegiatan keagamaan, KMI juga aktif dalam pendidikan serta pemberdayaan sosial-ekonomi, termasuk pengembangan UMKM.
Menanggapi hal tersebut, Adhe Nuansa Wibisono menyampaikan salam Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin. Ia memperkenalkan PUI sebagai organisasi massa Islam yang berakar sejak era perjuangan kemerdekaan dengan basis anggota mencapai 20,6 juta orang.
“Sebagai ormas nasional dengan jaringan luas, PUI memiliki peranan signifikan dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah dan berkontribusi nyata di bidang pendidikan,” ujarnya.
Wibisono menyatakan kesiapan PUI untuk bersinergi dengan KMI Korea dalam berbagai program kolaboratif. Di antaranya penyelenggaraan seminar daring mengenai kehidupan Muslim di Korea, informasi peluang kerja, hingga penjajakan program pengiriman tenaga kerja terdidik ke berbagai sektor di Korea Selatan.
Ia menilai PUI dapat berperan sebagai hub strategis, khususnya di Jawa Barat, dalam mendukung pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara terstruktur dan profesional.
Menurutnya, sinergi ini sejalan dengan penguatan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi tersebut dinilai relevan mengingat Pemerintah Korea Selatan membuka peluang luas bagi tenaga kerja asing. Untuk 2025, pemerintah setempat menetapkan kuota visa pekerja terampil kategori E-7-4 sebanyak 35.000 orang serta visa pekerja non-profesional kategori E-9 sebanyak 130.000 orang.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai gagasan yang telah dibahas. Audiensi ini menjadi langkah awal mempererat hubungan keumatan lintas negara sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas dan kesejahteraan umat Islam Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri.
(**)











