Muaraenim, Sumselupdate.com – Pembangunan lima jembatan layang (fly over) di perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Muaraenim ditargetkan rampung pada 2027.
Menariknya, proyek strategis ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muaraenim, melainkan didanai melalui skema pembiayaan kolaboratif antara pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta.
Dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Layang, di Kantor Bappeda Muaraenim beberapa waktu lalu, Bupati Muaraenim, H. Edison, S.H., M.Hum., mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan infrastruktur strategis ini.
“Pembangunan daerah tidak harus sepenuhnya mengandalkan APBD, terutama untuk proyek skala besar seperti ini. Dengan pembiayaan kolaboratif, APBD tetap dapat difokuskan pada program prioritas lain seperti infrastruktur menengah, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Edison.
Skema Pembiayaan 5 Fly Over
Kelima jembatan layang ini akan dibangun di titik-titik perlintasan sebidang yang selama ini menjadi kendala utama arus transportasi dan logistik di Muaraenim. Bagaimana skema pembiayaannya?
Pembangunan lima fly over di Kabupaten Muaraenim melibatkan berbagai pihak dalam skema pembiayaan dan pelaksanaannya.
Fly over Gunung Megang 1 (JPL 104) akan dibangun oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), sementara pembebasan lahannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Selanjutnya, Gunung Megang 2 (JPL 106) akan dikonstruksi oleh mitra PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dengan pembebasan lahan yang juga menjadi tanggung jawab mitra PT KAI.
Untuk Simpang Belimbing (JPL 99), pembangunan infrastruktur ini akan dikerjakan oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dengan pembebasan lahan yang juga dibiayai oleh PTBA.
Sementara itu, fly over Ujanmas (JPL 111) akan dibangun oleh BBPJN-Kemen PU, dengan lahan yang dibebaskan oleh PT KAI.
Terakhir, fly over Sudirman (KPL 123) akan dikonstruksi oleh PT KI, sedangkan pembebasan lahannya menjadi tanggung jawab PT KAI.
Total anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai Rp 654 miliar. Pemkab Muaraenim akan mendukung dalam aspek pembiayaan tim pengadaan tanah dan jasa inventarisasi aset terdampak (appraisal).
Target Rampung 2027
Bupati menargetkan seluruh fly over ini bisa rampung pada 2027. Infrastruktur ini tidak hanya akan memperlancar arus transportasi masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran logistik batu bara yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di sektor perkeretaapian.
Dengan adanya jalan layang ini, kemacetan akibat perlintasan sebidang dapat dikurangi, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.











