Disdik Sumsel: Siswa SMK yang Belum Vaksin Dilarang Ikut PTM

Gubernur Herman Deru saat meninjau pelaksanaan PTm di salah satu sekolah.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, melarang Siswa SMK yang belum divaksin tidak diperbolehkan untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kabid SMK Diknas Provinsi Sumsel,  Mondyaboni, mengatakan siswa SMK dapat mengikuti PTM jika sudah melakukan vaksin.

Read More

“Nantinya siswa dapat melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi saat akan mengikuti PTM,” ungkapnya.

Namun, bagi siswa yang belum divaksin tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online. Selain itu, bila yang mengalami masalah pada NIK hingga tidak bisa melalui aplikasi PeduliLindungi, siswa bisa menyertakan kartu tanda sudah divaksinasi.

“Kebijakan vaksin ini juga sebagai upaya mendukung percepatan capaian herd immunity di Sumsel,” katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumsel, saat ini realiasi vaksin dosis pertama di Sumsel baru mencapai 40,26 persen dari target vaksin 6,3 juta jiwa. Sementara dosisi kedua baru mencapai 24,42 persen.

“Adapun untuk remaja usia 12-19 tahun 3 persen dari 846 ribu target vaksin,” kata Kadinkes Sumsel, Lesty Nuraini.

Menurutnya, masalah ketersediaan dosis masih menjadi penghambat percepatan vaksin di masyarakat. Kiriman dosis vaksin dari Kemenkes rata-rata 471.000 dosis per bulan. Sementara untuk mencapai target, Sumsel membutuhkan penambahan hingga 1,5 juta dosis per bulan.

“Tapi setidaknya saat ini sudah ada tambahan dari Kemenkes untuk mempercepat vaksin,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.