Pasalnya menurut Zaplin saat dibincangi, Jumat (17/9/2016) dewan hanya memfasilitasi dan membantu permasalahan yang ada di perusahaan mereka. Terlebih sebagian karyawannya datang ke DPRD OKU mengadukan nasib atas gaji yang belum dibayar 100 persen.
“Kita sayangkan ketidak hadiran pihak direksi Mitra Ogan. Seharusnya datang. Apalagi sudah di undang. Konfirmasi saat dihubungi pihak direksi akan datang kemarin, namun sampai pukul 18:30 wib kami tunggu mereka tidak kunjung datang,” kata Zaplin, usai paripurna.
Untuk menyelesaikan dan menindaklanjuti aksi demo karyawan Mitra Ogan kemarin, kata Zaplin mereka sudah berkoordinasi dengan pihak eksekutif, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja. “Kita sifatnya memfasilitasi. Kita harapkan agar pihak direksi datang sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan. Untuk jadwalnya kita masih menunggu dari hasil koordinasi dengan pihak eksekutif,” ungkapnya.
Menurut Zaplin, mereka menghimbau agar pihak perusahaan koperatif sehingga masalah ini selesai. Ini dilakukan dengan harapan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Sementara saat hendak mengonfirmasi hal ini kepada pihak Mitra Ogan sampai berita ini diturunkan belum bisa di konfirmasi.
Mengingatkan sebelumnya puluhan masa mengaku karyawan Perkebunan kelapa sawit, PT Mitra Ogan mengelar aksi damai di Kantor DPRD Ogan Komering Ulu (OKU).
Tuntutan mereka masih sama memperjuangkan hak gaji yang belum dibayarkan 100 persen. Di bawah terik matahari menyengat kulit mereka terlihat melakukan orasi. Puluhan polisi dan anggota Sat Pol PP OKU, berseragam terlihat berjaga mengamankan aksi demo di depan kantor wakil rakyat.
Kehadiran mereka disambut Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani, Anggota DPRD OKU Yudi Purna Nugraha SH, Asisnten I Setda OKU, Mirdaili.
“Kami di sini mengadukan nasib kami ke DPRD. Gaji kami hingga saat ini belum di bayarkan 100 persen untuk bulan Juli dan Agustus,” kata Ketua Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja, Alwi didampingi Wakilnya, Bawafi.
Namun yang kami tuntut mengenai hak karyawan. Yakni, masalah gaji bulan Juli-Agustus baru dibayarkan 65 persen. 35 persen sisanya belum.”Kami yang datang ke sini mewakili karyawan yang lain,” katanya.
Seperti diketahui pada Kamis sore kemarin anggota DPRD OKU, unsur pemerintah daerah setempat serta perwakilan karyawan PT Mitra Ogan (PTMO), Menunggu hingga larut malam Dan yang menjengkelkan lagi, yang ditunggu tak kunjung datang.
Mereka seolah tertipu mentah-mentah oleh Direksi perusahaan perkebunan sawit tersebut. Betapa tidak, dua jam lebih menunggu sejak pukul 16.00, pemangku kepentingan di perusahaan yang dijanjikan akan datang satu jam dalam perjalanan menuju gedung dewan, ternyata tak muncul hingga pukul 18.20 WIB.
Raut kecewa, kesal, geram, bercampur aduk di jam-jam magrib tadi. Untungnya emosi massa masih bisa diredam pihak terkait. (yan)











