Baturaja, Sumselupdate.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mengaku pihaknya memang cukup “pusing” dan kewalahan dengan masih maraknya anak jalanan atau anak Punk tersebut.
Kepala Dinsos OKU, Saiful Kamal SKM mengatakan, dalam beberapa razia yang sering dilakukan sebelumnya, pihaknya juga sudah sering kali memulangkan anak Punk yang tertangkap razia.
“Anak-anak Punk yang dari luar akan kita pulangkan ke daerah asalnya, itu ada yang dari Muara Enim (Tanjung Agung), Prabumulih, bahkan dalam razia beberapa waktu lalu itu ada yang dari luar Sumsel, seperti Lampung dan Bengkulu.
Lanjutnya, pihaknya akan memulangkan anak-anak jalanan atau anak Punk ke daerah asalnya yang tertangkap razia petugas beberapa waktu lalu.
Menurut Saiful yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan dan sempat dimampirkan menjadi Staf Ahli Bupati ini dan pasca Nomenklatur ditunjuk jadi Kadinsos OKU ini, pihaknya juga akan mencari celah atau trobosan baru, agar anak-anak jalanan atau Anak Punk tersebut, tidak hanya didata dan dipulangka ke daerah asalnya saja.
Melainkan, akan diberikan sebentuk ketrampilan dan pelatihan, sebagai modal ilmu tambahan bagi anak-anak jalanan ini nantinya jika kembali ke daerah asalnya.
“Kami juga tengah berupaya agar anak-anak jalanan ini kita berikan ketrampilan kerja sebagai modal untuk mereka. Rencanya anak-anak jalanan ini akan kita kirim ke tempat pelatihan kerja atau Balai Latihan Kerja yang ada di Kabupaten OI. Namun tentunya mereka harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari orang tua mereka,” jelas Syaiful.
Masih menurut dia, untuk menanggulangi persoalan anak-anak Punk ini, pihaknya juga tengah merealisasikan pendirian rumah singgah bagi anak-anak jalanan. Di mana, pihaknya akan melibatkan pihak ketiga atau donatur yang bersedia menyediakan rumah singgah tersebut.
“Sudah ada sebuah LSM dibidang sosial, rencananya mereka akan menyediakan sebuah rumah singgah. Namun masih akan kita pastika lebih lanjut soal rumah singgah ini,” paparnya.
Syaiful menambahkan, keberadaan rumah singgah sangat penting, selain dapat dimanfaatkan untuk tempat inggal bagi anak jalanan juga dapat dijadikan tempat pemberdayaan anak jalanan. Salah satunya mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki anak-anak jalanan ini.
“Saya dengar mereka anak jalanan ini banyak yang mahir dibidang sablon. Selain itu tentunya mengamen, tentunya dengan adanya rumah singgah dapat dimanfaatkan dan dijadikan tempat untuk mengasah bakat dan ktrampilan yang dimiliki mereka,” imbuh pria berkacamata ini.
Disinggung, keterbatasan anggaran yang dialami Pemkab OKU saat ini dikhawatirkan akan menjadi kendala bagi pihaknya dalam melaksanakan program termasuk dibidang penanggulangan anak jalanan ini?
Dibenarkan Syaiful, jika Dinas yang dipimpinnya ini sangat terbatas dalam bidang anggaran. Oleh karenanya, pihaknya masih sedikit kebingungan jika hendak melaksanakan program yang ada.
“Betul, memang anggaran kita sangat kecil, apalagi defisit anggaran saat ini, tentunya menjadikan kendala kami dalam melaksanakan program,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, belasan anak Punk terpaksa diamankan petugas. Karena seringnya mendapat laporan dari masyarakat yang resah terhadap aktifitas anak punk di beberapa titik keramaian di OKU, jajaran Polres Ogan Komering Ulu bekerja sama dengan Sat Pol PP OKU. (Yan)











