Dinkes Mura Gulirkan Inovasi Posbindu Cerdik

Rabu, 7 Februari 2018

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun ini akan mengulirkan tiga inovasi yakni inovasi kelas ibu, kelahiran terintregrasi antara Posbindu dan Posyandu serta deteksi dini orang dengan gangguang jiwa (ODJ) dan inovasi terbaru Posbindu Cerdik.

“Inovasi tersebut, akan dicapai dengan metode ‘CERDIK’, yakni C adalah gizi yang cukup dan seimbang, E faktor resiko, R rajin olahraga seminggu dua kali, D deteksi dini penyakit, I istirahat cukup dan K kelola stres dengan baik,” kata Kandinkes Hj Mifta Hulummi, Rabu (7/2/2018).

Dikatakan Miftah ditemui di Puskesmas Muara Kati, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) saat pelaksanaan Gerakan Musirawas Sempurna Cerdas (GMSS) 2018, semua ini akan dilaksanakan tiap bulan selama enam bulan dengan mengoptimalkan komunitas-komunitas.

Di antaranya komunitas ibu hamil, senam, joging, anti rokok dan komunitas remaja sehat. Komunitas ini memiliki tujuan utama yakni meningkatkan akses masyarakat, melalui penguatan kegiatan sosialisasi dengan gerakan-gerakan terpadu agar terarah.

“Jadi nantinya sosialisasi lebih tersistem sehingga akan berjalan dengan baik. Nantinya inovasi ini akan dibentuk dan dibangun di setiap, dengan melaksanakan inovasi ini diharapkan tidak menyebabkan masyarakat yang berulang kembali berobat,” ucapnya.

Dijelaskannya, untuk tahun kasus kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Mura telah mengalami penurunan yang signifikan, yakni untuk AKI menurun dari 13 kasus di 2016 lalu, dan di 2017 ini menjadi 8 kasus, kalau AKB secara persentase dari 15 per 1000 kelahiran hidup menjadi 13 per 1000 kelahiran hidup.

Sementara itu, Bupati Mura H Hendra Gunawan mengatakan, dengan melihat antusias masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang butuh dengan pelayanan kesehatan ini, jadi tugas kita masih berat. Bahkan dari mulai jajaran kades hingga ke unsur jajaran tenaga kesehatan, artinya hingga saat ini masih perlu kerja keras lagi.

“Sesuai dengan yang menjadi prioritas dari mulai pemerintah pusat hingga ke kabupaten dan tingkat bawah, dengan tidak bosan-bosan nya apapun kondisinya pelayanan ini setiap bulan harus dilaksanakan dan  kita evaluasi. Kita perlu kerja keras lagi untuk mengejar target ini, tentunya ini perlu didukung oleh kades dan jajarannya. Artinya masih banyak masyarakat kita yang belum tersentuh dengan kesehatan,” tegas bupati.

Bupati juga menyampaikan, dimana untuk Kecamatan TPK diberikan batas waktu hingga Mei mendatang untuk bisa 100 persen jamban sehat. Menurut bupati, hal ini memang sangat penting untuk diprioritaskan, karena ini juga untuk kepentingan masyarakat, dan ini juga bermanfaat untuk masyarakat itu sendiri.

“Artinya dengan kades dan juga PKK ini sudah bekerja sama untuk menuntaskan hal ini. Sebab ini adalah salah satu sumber segala penyakit. Apalagi ini sudah menjadi budaya dengan BABS di sungai, sehingga ini bisa dialokasikan di DD. Selain itu juga, untuk rumah tanpa asap rokok, mari kita jaga anak-anak kita dari asap rokok ini, karena ini juga faktor resiko penyakit,” tutupnya. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts