Muaraenim, Sumselupdate.com – Tiga sekurity di proyek pembangkit listrik geothermal (panas bumi) Lumut Balai yang dilaksanakan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Desa Penindaian, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muaraenim tewas mengenaskan.
Meski belum diketahui pasti penyebab tewasnya ketiga warga Kecamatan SDL itu, namun dari informasi yang beredar ketiganya diduga meninggal dunia akibat keracunan gas geothermal (panas bumi).

Ketiga korban yakni Agung Gepen Harba dan Norwijayadi alias Inoy (26) tewas pada Sabtu (1/9), sedangkan korban Arumin (35) mengembuskan napas terakhir, Selasa (4/9/2019) saat bertugas melakukan penjagaan di lokasi perusahaan.
Dua korban pertama ditemukan tewas di dalam kontainer tempat security beristirahat usai jaga dan terakhir diketahui meninggal setelah mengalami sesak napas ketika sedang berjaga di pos proyek nasional tersebut.
“Ketiga korban meninggal diduga akibat keracunan gas. Kita minta supaya permasalahan ini diselesaikan sampai tuntas oleh manajemen PT PGE. Karena kami tidak ingin ada lagi korban berikutnya,” jelas Ludy Jhansi, kerabat korban yang juga Ketua Karang Taruna Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Indra Andeta membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini.
Tim Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Tim Identifikasi Polres Muaraenim sudah melakukan penyelidikan di lokasi proyek.
“Dari hasil pemeriksaan sementara korban diduga tewas akibat keracunan gas monooksida. Bukan keracunan gas panas bumi (geothermal),” jelasnya.
Karena, menurutnya, saat malam hari di lokasi proyek masih menggunakan genset, bukan listrik PLN. Mesin genset tersebut letaknya berdekatan dengan pos penjagaan tempat korban beristirahat.
Sehingga diduga asap mesin genset masuk ke dalam pos dan membuat korban keracunan asap mesin genset. Namun, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. (azw)











