Di Kelurahan Ini Babinkamtibmas Dibuat Pusing Emak-emak, Apa Sebab?

Kamis, 15 Maret 2018

Baturaja, Sumselupdate.com – Terkhusus bagi ibu-ibu jangan sampai hasil ngerumpi menjadi malepetaka yang memicu keributan, sehingga harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Hal itu ditegaskan Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari saat menghadiri tatap muka dengan tripika kecamatan Baturaja Barat bersama tokoh agama, masyarakat dan toko adat serta tiga pilar kamtibmas pada Kamis (15/3/2018).

Read More

Hal itu diuraikan Kapolres perempuan tersebut setelah mendapat laporan jika di wilayah hukum Polsek Baturaja Barat sering terjadi keributan antar ibu-ibu diakibatkan hal sepele hasil dari ngerumpi.

“Jadi para emak-emak (Ibu-ibu) tolong diperhatikan jangan sampai hal sepele bisa memicu keributan. Sebab ini juga bisa memicu KDRT di dalam rumah tangga, “ucapnya.

Dijelaskannya, Kelurahan Talang Jawa sangat sering terjadi keributan antar wanita dengan penyebab yang beragam. Bahkan laporan yang ia terima Babinkamtibmas daerah Talang Jawa dibuat pusing menyelesaikan kasus yang sama dalam satu hari.

“Sehari ada sampai 3 kali anggota menyelesaikan, nah ini kan aneh. Kasihan sama Babinkamtibmas. Jadi tidak usah lah terlalu sering ngerumpi. Ngerumpi itu yang baik-baik saja,” ucapnya saat pertemuan di halaman Mapolres OKU.

Selain itu juga Kapolres menyampaikan setiap lapisan masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Apalagi menjelang dua agenda besar yang akan dihadapi yakni pilgub dan Asean Games.

“Semua harus berkontribusi, harus saling peduli untuk mengamankan wilayah masing-masing sebab kalau hanya mengandalkan polisi tentu tidak bisa, peka lah terhadap lingkungan sekitar,” tegasnya.

Kapolsek Baturaja Barat AKP Yuliko SH membenarkan jika daerah yang ia pimpin sering ditemukan kasus keributan antar wanita, “Khususnya daerah Talang Jawa sangat-sangat sering. Itu kebanyakan emak-emak yang sering ngerumpi,  Babinkamtibmas sampai 3 kali sehari mendamaikan,” ceritanya.

Yuliko mengungkapkan polsek yang dipimpinya terdiri dari 5 kelurahan dan 7 desa. Kasus yang menonjol di wilayah hukum nya yakni kasus curat dan keributan yang dijelaskan tadi.

Kegiatan itu juga dihadiri Camat Baturaja Barat Heryamin, Danramil, beberapa kepala sekolah, masyarakat dan perwakilan perusahaan. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts