Palembang, Sumselupdate.com – Kondisi jalan yang selalu hancur ketika memasuki Simpang Belimbing kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim yang merupakan gerbang awal menuju Kabupaten PALI ternyata selalu mendapat perhatian serius dari Pemprov Sumsel dan Anggota DPRD Sumsel.
Seperti yang diutarakan oleh Asgianto, ST anggota DPRD Provinsi Dapil 6 Muara Enim, PALI dan Prabumulih. Bahkan dari keterangannya diketahui bahwa sudah tiga tahun terakhir, jalan provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Muara Enim PALI dan Musi Banyuasin itu mendapat kucuran dana APBD Provinsi Sumsel.
“Waktu reses tahun 2015 saya sudah sampaikan ke Pemprov, Alhamdulillah dapat Rp 10 Milyar. Kemudian pada tahun 2016 mendapat Rp 5 Milyar. Dan terakhir pada reses 2017 ini, mendapatkan Rp 3 Milyar,” jelas Asgianto.
Kendati selalu mendapat kucuran dana, jalan tersebut tidak pernah bagus dan mulus. “Kendalanya ketika pihak ketiga ingin melaksanakan pekerjaan disana, terlalu banyak intervensi dari masyarakat Simpang Belimbing,” tandasnya.
“Akibatnya, para kontraktor jadi takut untuk melaksanakan pekerjaan disana. Kemudian, bagaiman bangunan jalan nak bagus dan berkualitas jika banyak pungli, pelaksanaan pekerjaan para kontraktor tidak nyaman,” ujar Ketua DPC partai Gerindra Kabupaten Muara Enim itu ketika reses ke Kabupaten PALI.
Sehingga, meskipun judul pembangunannya yaitu peningkatan jalan Simpang Belimbing menuju simpang Air Itam, tetapi para kontraktor lebih memilih melaksanakan pekerjaan dari Simpang Talang Bulang menuju Simpang Air Itam.
Bahkan, pada tahun 2016 sudah pernah dianggarkan untuk pembuatan jembatan, tetapi mentah dan dikembalikan dikarenakan terkendala pembebasan lahan. “Pada zaman Pak Edi Yusuf ketika wakil Gubernur saja mentah ketika akan membangun jalan disana. Akibatnya, warga disana selalu tertinggal,” tambahnya.
Politisi asli kota Pendopo Kabupaten PALI itu juga selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan agar kamtibmas disana selalu dijaga. Bahkan, nanti dirinya akan mencoba mensinergikan antara bupati PALI dan Bupati Muara Enim untuk menyelesaikan secara bersama permasalahan itu.
“Peran media juga dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas dan sama-sama masyarakat mengawasi pekerjaan. Tetapi, bukan menghambat atau melarang pelaksanaan pekerjaan,” tutupnya. (adj)











