Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Drs Syahrial Abdullah mengaku tersanjung atas kunjungan ‘Pasukan Inti’ DPRD OKU tersebut. Pada kesempatan itu, Syahrial minta dukungan dewan terkait kebutuhan-kebutuhan di dinas ia pimpin.
Diantaranya, kebutuhan mobil perpustakaan keliling serta minta dibangunkan lagi gedung dua lantai, di belakang gedung yang berdiri sekarang. Dimana lahannya sendiri sudah siap. Serta untuk hal lain-lain, seperti pegawai sudah mencukupi.
Untuk mobil perpustakaan keliling, menurut Syahial, sebetulnya sudah ada satu unit. Tapi kendaraan tersebut dinilai sudah tidak layak. “Itu merupakan mobil bantuan dari pusat tahun 2002, bukan baru melainkan bekas pakai. Malu kita kalau dijalankan. Makanya kami minta dukungan supaya dinas ini maju,” ujarnya.
Ketua DPRD Zaplin Ipani menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung segala program dari SKPD-SKPD di lingkup Pemkab OKU yang tentunya bertujuan untuk memajukan OKU.
Hanya saja, untuk saat ini, pihaknya belum bisa berfokus merealisasikan banyak kegiatan lantaran terbentur dana. “Dengan kemauan yang tinggi, mudah-mudahan walau tidak ada dana, minimal bantu sumbang pikiran,” katanya.
Ketua Komisi I DPRD Yopi Sahrudin, menambahkan, bahwa selaku mitra komisi I, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini selalu disupport pihaknya.
“Selama ini kami selalu support. Dari yang gedung semi permanen sampai bertingkat seperti sekarang. Ini capaian yang perlu diapresiasi dan patut kita syukuri,” imbuhnya.
Yopi yakin sebetulnya masih banyak kekurangan di kantor ini, selain yang disampaikan Kepala Dinas. Namun paling tidak, informasi yang disampaikannya itu mudah-mudahan dapat ditindaklanjuti.
“Ini tidak bisa omong doang, 2018 mudah-mudahan dapat terealisasi, meski dengan beban anggaran bertambah. Tapi dengan izin Tuhan mudah-mudahan terkabulkan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Hj Indrawati, menyarankan agar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dapat berinisiatif mencari peluang dana atau bantuan dari pusat atau provinsi untuk dapat membantu kekurangan yang ada.
Sebab, dengan kondisi keuangan daerah yang tengah sulit, apa yang jadi kebutuhan dirasa sulit direalisasikan dengan menggunakan APBD.
“Cari peluang atau inisiatif selain dari dana APBD. Kalau seperti itu, kami siap bantu. Sebab jika mengandalkan APBD, sudah bisa dibayangkan. Mohon dari dinas ini, tindaklanjuti dan jemput bola. Mungkin banyak program lain di pusat,” tuturnya. (wid)











